Terkini.id, Jakarta – Terdapat sekelompok warga berjumlah 28 orang, tengah mengadakan ritual di Pantai Selatan, Jember menggunakan kapal.
Nahasnya, ritual itu berujung dengan tenggelamnya kapal yang dinaiki dan mengakibatkan 2 orang tewas.
“Sejauh ini ada 2 orang tewas, 9 orang masih hilang,” kata Kasat Polairud Jember AKP Muhamad Na’i, saat memberikan keterangan pada Minggu, 13 Februari 2022.
Na’i juga mengatakan bahwa pemimpin ritual tersebut bernama Nurhasan (35), salah satu warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sulorambi, Kabupaten Jember.
“Dari pimpinan rombongan, mereka mengaku ingin menenangkan diri. Mereka memang tidak sering mengadakan ritual itu, hanya saja yang kali ini dilakukan secara massal,” jelas Na’i yang dikutip dari Kumparan.com pada Minggu, 13 Februari 2022.
Anggota ritual berasal dari berbagai daerah, yang dengan sengaja datang untuk menenangkan diri. Mereka mengaku jarang mengadakan ritual massal seperti saat ini.
Na’i juga menjelaskan, rombongan datang ke kawasan Pantai Selatan yang berada di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Jember.
Dengan menggunakan sejumlah mobil menuju pantai kemudian menaiki kapal.
Sayangnya ritual tidak sesuai dengan rencana, saat berada di tengah lautan kapal yang mereka tunggangi tenggelam.
Na’i mengatakan, bahwa ia mendapat tugas utama untuk beberapa hari ke depan, agar fokus melakukan pencarian terhadap korban hilang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
