Terkini.id, Makassar – Beberapa waktu lalu viral sebuah foto yang memperlihatkan seorang mahasiswi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengunjungi makam kedua orangtuanya saat momen wisuda.
Mahasiswi tersebut diketahui berasal dari kampus UIN Alauddin Makassar dan bernama Nurwahyuni Cole (23).
Dalam foto viralnya tersebut, gadis asal Desa Lempangang, Kabupaten Gowa ini terlihat memegang batu nisan kedua orang tuanya di hari wisudanya.
“Acara wisudanya kemarin, hari Senin tanggal 21 September. Acaranya ada online dan offline,” ujar Nurwahyuni, Kamis, 24 September 2020 seperti dikutip dari kumparancom.
Uni mengaku berfoto di makam kedua orang tuanya untuk dapat merasakan momen bahagia kelulusannya saat wisuda tersebut.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Ia mengatakan bahwa kelulusannya itu sebagai bentuk mewujudkan keinginan ayahnya untuk dirinya bersekolah.
“Yang dulu mau nyekolahin saya itu bapak saya, tapi bapak saya sudah meninggal. Dari sinilah, saya mau wujudkan harapan bapak saya,” kata Uni, sapaan akrab Nurwahyuni.
Uni pun menceritakan bahwa perjuangannya demi bisa kuliah tidaklah mudag lantaran keterbatasan finansial.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus bekerja keras sejak duduk di bangku sekolah dasar untuk mendapatkan uang.
“Bapak saya meninggal waktu saya kelas 3 SD. Semenjak kelas 4 SD sampai tahun 2016 itu saya kerja di toko. Jadi di toko saya yang bantu-bantu, bungkusin gula, begitu. Pas saya kelas 2 SMA, tahun 2014, ibu saya meninggal,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan harapan ayahnya agar ia bisa mengenyam pendidikan tinggi, Uni pun rela bekerja pulang malam dan mengumpulkan kardus bekas untuk menambah pendapatannya demi biaya kuliah.
“Saya kalau pulang kerja malam karena saking butuhnya uang. Karena saking maunya kuliah, saya kumpul-kumpul kardus bekas gitu, terus hasilnya itu saya kumpulin untuk pendaftaran kuliah,” cerita Uni.
Selain kesulitan dari segi biaya, ia juga berjuang untuk menempuh perjalanan ke kampus dan pulang.
Uni diketahui harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki untuk ke kampusnya di UIN Alauddin Makassar.
“Sewaktu kuliah, waktu mahasiswa baru sampai sekarang pun kalau pulang dari kampus atau mau ke kampus biasanya jalan kaki,” ujar Uni.
“Jaraknya gatau ya, lumayan pokoknya. Kadang kalau ada uang, naik angkutan ke kampus. Kalau uangnya enggak cukup, saya puasa,” sambungnya.
Namun, dengan semangat dan perjuangan kerasnya akhirnya ia bisa menyelesaikan pendidikannya dan lulus dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adat dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar.
Bahkan, ia berhasil lulus dengan peringkat lima besar sefakultas.
Setelag lulus jenjang S1, ia pun berencana ingin menempuh pendidikan S2 suatu hari nanti.
“Alhamdulillah nilai IPK saya tertinggi ketiga sejurusan, masuk lima besar sefakultas, Seandainya kondisi juga memungkinkan, saya mau studi lagi lanjutin ke S2 nerusin jurusan saya, sejarah,” ujarnya.
Saat ini, Uni tinggal bersama kakaknya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah saya dikeliling orang-orang baik. Saya bersyukur punya mereka semua yang bisa baik ke saya,” ujarnya.
Ia pun berharap suatu saat nanti bisa membanggakan dan meningkatkan derajat keluarganya.
“Harapan saya, saya mau mengubah derajat keluarga saya. Meskipun orang tua saya sudah tiada, tapi saya masih punya kakak. Saya ingin membanggakannya karena ia satu-satunya yang saya punya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
