Terkini, Makassar — Jauh sebelum hubungan modern antara Indonesia dan Australia terjalin, para pelaut dari Makassar telah lebih dulu menapakkan kaki di pesisir Australia Utara.
Kisah perjalanan sejarah itu kini dihidupkan kembali melalui program Cinema Museum Kota yang digelar di Museum Kota Makassar.
Lewat pemutaran film dokumenter “Marege: Awaiting Macassan” (2023), masyarakat diajak menelusuri kembali jejak pelaut Makassar yang pernah menjalin hubungan perdagangan dan budaya dengan masyarakat Aborigin ratusan tahun lalu.
Film tersebut dijadwalkan diputar pada Kamis, 12 Maret 2026 di Bioskop Mini Museum Kota Makassar, dengan dua sesi penayangan, yakni pukul 10.00 WITA dan 13.00 WITA.
Bagi banyak orang, kisah tentang hubungan Makassar dan Australia mungkin terdengar jauh. Namun melalui film dokumenter ini, sejarah itu terasa lebih dekat menghadirkan cerita tentang keberanian para pelaut, perjalanan panjang melintasi laut, hingga interaksi budaya yang membentuk hubungan lintas wilayah sejak masa lampau.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan program Cinema Museum merupakan cara baru untuk menghadirkan sejarah kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Menurutnya, generasi muda perlu mengenal bahwa Makassar memiliki peran penting dalam sejarah maritim dunia, bahkan sebelum era globalisasi modern.
“Melalui film ini, kita ingin menunjukkan bahwa pelaut Makassar pernah menjadi bagian dari jaringan pelayaran besar di kawasan ini. Sejarah ini penting untuk diketahui generasi muda agar mereka memahami akar budaya dan identitas maritim kita,” ujarnya kepada awak media Senin 9 Maret 2026.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat mengubah cara masyarakat memandang museum. Bukan lagi sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi menjadi ruang hidup yang menghadirkan pengalaman belajar yang menarik.
Program Cinema Museum pun diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk datang, berdiskusi, dan mengenal lebih dekat sejarah Kota Makassar.
Menariknya, kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis. Namun peserta perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui Google Form yang disediakan oleh pihak Museum Kota Makassar.
Peserta yang terpilih nantinya akan dihubungi langsung oleh admin museum untuk mengikuti pemutaran film tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat tidak hanya menonton film, tetapi juga ikut merasakan kebanggaan atas sejarah panjang pelaut Makassar yang pernah menjelajah hingga ke negeri seberang.
Sebuah kisah lama yang kini kembali diputar, agar generasi hari ini tidak lupa bahwa laut pernah menjadi jalan yang menghubungkan Makassar dengan dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
