Debat Pilkada, Pengamat: Kembali Jadi Panggung Danny-Fatma

Pilkada Makassar
Kandidat Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar pada debat kedua.

Terkini.id, Makassar – Sejumlah akademisi menilai debat putaran kedua Pilkada Makassar yang menghadirkan 4 calon untuk beradu argumen dan menjawab pertanyaan seputar program kerjanya untuk Makassar sama seperti debat pertama.

Rektor Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis, menilai debat kedua Pilkada Makassar kembali menjadi panggung pasangan nomor urut 1, Moh. Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).

Bastian Lubis mengatakan debat kedua kali ini menjadi arena pemaparan bukti, prestasi, dan program dari ADAMA’ (akronim Danny-Fatma). 

Berbagai serangan yang dilancarkan kandidat lain, seluruhnya dijawab duet nomor urut 1 itu dengan bukti dan rencana ke depan yang terarah dan terukur. 

“Jadi debat kali ini tetap dikuasai oleh ADAMA’ karena tidak ada beban persoalan atau masalah pada pemerintahannya,” kata Bastian kepada awak media, Rabu, 25 November 2020.

Menarik untuk Anda:

Bastian mengatakan keuntungan Danny-Fatma karena memaparkan secara lugas misi dan misi saat debat putaran pertama. Sehingga pada debat kedua kali ini sisa menjabarkan dan menanamkannya dengan program terukur. 

“Harusnya paslon yang lain pada saat debat pertama harus jelas tentang visi misi. Kalau perlu dibaca itu. Sehingga pada debat kedua ini mudah untuk menjabarkan dan dapat dengan mudah dijelaskan kepada para pemirsa TV calon pemilihnya,” beber Bastian. 

Tidak menjelaskan visi misi secara rinci, kata Bastian, menjadikan pasangan nomor urut 2, 3, maupun 4, seperti hilang arah dalam menjelaskan rencana pemerintahannya andai terpilih nanti. 

“Sehingga dapat dikatakan omong kosong atau mengarang saja, sebab tidak sinkron apa yang ditulis dengan yang dijabarkan,” ungkap Bastian. 

Bastian secara khusus memberikan jempol kepada Danny yang bisa menjawab serangan kandidat lain dengan bukti saat menjabat Wali Kota Makassar. 

Di sisi lain, kandidat lainnya seperti terbawa emosi dalam menanggapi. 

“Paslon nomor 4 (Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid) awalnya sudah baik, tapi terjebak dengan gini ratio yang belum bisa move on terbawa emosi jadi nggak konsentrasi materi berikutnya,” kata dia.

Sementara untuk paslon Deng Ical (Syamsu Rizal) ia mengatakan sudah baik namu. tampak ‘kurang serius’ dalam menangkis serangan.

“Jadi terkesan banyak lucu-lucunya. Mungkin karena mau gaet pemilih melinial,” beber Bastian. 

Bastian juga mengkritisi pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). Terkhusus lagi kepada Rahman Bando yang dinilainya asal ceplos. 

“ARB (Rahman Bando) yang mantan kadis memberikan tanggapan dan sangat kurang pengetahuan tentang reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan ekonomi,” urai Bastian. 

Sementara itu, Ibnu Hadjar, akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), juga menilai bahwa debat putaran kedua ini lagi-lagi menjadi panggung ADAMA’. 

“Debat jilid dua tetap panggungnya milik paslon nomor urut 1 yang unggul secara argumentatif,” ungkapnya.

“Sesungguhnya apa yang ditanyakan semua oleh paslon 2, 3, dan 4 telah terjawab dengan jelas oleh DP (Danny Pomanto) semasa menjabat wali kota. Danny-Fatma tenang, santai, fokus, dan semua terjawab dengan tepat dan jelas,” pungkas Ibnu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Lawan Kuat Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel, Berdasarkan Analisis IPI

11 Tahun Berpolitik, Adnan Purichta Ichsan Cetak Rekor Ketujuh

Komentar

Terpopuler

Terkini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar