Demi Cegah Hoax dan SARA, Jokowi Ungkap Akan Ada Polisi Siber

Demi Cegah Hoax dan SARA, Jokowi Ungkap Akan Ada Polisi Siber

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini,id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan membuat polisi siber demi mencegah penyebaran berita palsu alias hoax dan pelanggaran berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Dalam pertemuannya bersama Bawaslu pada Sabtu 17 Desember 2022, Jokowi menyatakan dukungannya terkait polisi siber buatan Bawaslu.

“Pak Rahmat Bagja (Ketua Bawaslu) menyampaikan akan ada pengawasan media sosial, ada polisi sibernya di situ, karena memang problemnya sering dimulai dari medsos,” ujar Jokowi, Minggu 18 Desember 2022.

Orang nomor satu di Indonesia ini mengaku merasa resah dengan berbagai macam isu yang bertebaran di media sosial.

Ia menambahkan berita yang sebenarnya tidak memiliki unsur kontroversi akan dipelintir menjadi berita yang panas.

“Ngipas-ngipasi dimulai dari situ (medsos). Nanti lapangannya kan menjadi ramai dan panas karena kipasan dari medsos,” katanya.

“Oleh sebab itu saya setuju sekali Bawaslu menyampaikan (ide polisi siber) itu,” lanjutnya.

Mantan Wali Kota Solo ini kembali menekankan kepada semua partai politik agar tidak membuat kegaduhan dengan memanfaatkan isu SARA.

“Salah satu faktor kerawanan di pemilu-pemilu dan pilkada-pilkada itu adalah soal politik identitas, politik SARA, dan hoax. Ini hati-hati mengenai ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, Jokowi ingin Bawaslu bertindak cepat jika melihat seorang politikus yang terbukti telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.