Terkini.id, Jakarta – Eks Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika jadi ketua Partai Kebangkitan Nusantara yang dipelopori oleh loyalis Anas Urbaningrum.
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menghormati keputusan tersebut.
“Kami menghargai dan menghormati keputusan Gede Pasek yang meninggalkan posisi sebagai Sekjen di Partai Hanura kemudian bergabung dan didaulat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara. Pilihan ini tentunya telah dipertimbangkan dan dikalkulasi secara matang,” kata Kamhar, Sabtu 30 Oktober 2021.
Selanjutnya, Kamhar menilai Gede Pasek seorang yang cerdas dan berintegritas. Menurutnya, pindah partai politik merupakan cara yang elegan.
“Saya cukup mengenal Bli GPS. Selain cerdas dan berintegritas, juga sahabat yang loyal. Pindah partai politik adalah pilihan cara yang sah dan legal ketika memilih berjuang dan mengabdi melalui jalan politik, apalagi mendirikan partai politik baru. Itu pilihan jalan yang terhormat. Kami respek dengan politisi-politisi seperti ini,” ujarnya.
- Aliyah Mustika Jabat Plt Ketua DPC Demokrat Makassar
- 15 Tahun Jabat Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali Mundur dan Jabat PLT Dirut PD Parkir
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Fraksi Demokrat Ubah Komposisi AKD di DPRD Sulsel
- Demokrat - Gerindra - PKS All Out Menangkan Andi Sudirman di Pilgub Sulsel
Kamhar lantas menyindir Moeldoko dkk, yang menurutnya hanya bisa ‘membegal’ Partai Demokrat. Dia menyebut Moeldoko dkk melakukan segala cara untuk merebut PD.
“Bukan mengambil jalan pintas untuk ‘membegal’ parpol lain sebagai mana dilakukan KSP Moeldoko dan kaki tangannya yang memilih jalan pintas dengan cara-cara yang ilegal dan melawan hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kamhar meminta Moeldoko dkk belajar dari Gede Pasek. Sebab, Gade tidak melakukan langkah melawan hukum dengan merebut partai.
“KSP Moeldoko mestinya belajar banyak ke GPS yang pernah berada pada naungan partai yang sama, yaitu Partai Hanura, agar menempuh cara-cara yang kesatria, terhormat, dan bermartabat ketika masuk ke dunia politik. Bukan malah sebaliknya, mempertontonkan arogansi dan melabrak semua aturan dan kepatutan. Itu gaya politik feodal yang yang kontraproduktif dengan demokrasi,” tuturnya, dilansir dari Detikcom.
Seperti yang diketahui bahwa Gede Pasek Suardika telah resmi menyatakan keluar dari Partai Hanura. Gede Pasek kini memimpin partai baru, yakni Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Partai ini merupakan besutan loyalis Anas Urbaningrum. Hal itu diungkapkan salah satu inisiator PKN, Sri Mulyono, dalam keterangan tertulis, Sabtu 30 Oktober 2021. Sri Mulyono diketahui terpilih sebagai Sekjen PKN.
“Sebenarnya, begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat, sehingga tidak bisa maksimal, kami sudah meminta GPS keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat,” kata Sri Mulyono.
Sri Mulyono mengatakan pihaknya telah lama mengajak Gede Pasek bergabung. Akhirnya, setelah adanya pertimbangan, Pasek pun bersedia.
“Begitu bersedia, Gede Pasek meminta ide gagasan politik kebangsaan yang diimpikan bisa dijadikan tulang punggung perjuangan, maka lahirlah Partai Kebangkitan Nusantara,” kata Sri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
