Terkini.id, Gowa – Desa Kanjilo Kecamatan Barombong menjadi lokus kegiatan partisipatori intervensi kesehatan lingkungan yang dilakukan dengan Kementerian kesehatan RI dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin mengatakan dipilihnya Desa Kanjilo sebagai lokus karena tingkat partisipasi masyarakat disana cukup tinggi, apalagi kegiatan ini harus melibatkan masyarakat setempat.
Selain itu, dr Hasanuddin mengaku di Indonesia hanya lima provinsi yang ditunjuk pada kegiatan ini yakni Sulsel, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Maluku. Sedangkan di Sulsel hanya tiga kabupaten yaitu Gowa, Maros dan Luwu Utara.
“Alhamdulillah kita salah satu daerah yang ditunjuk karena menjadi pertimbangan pertimbangan masyarakat kita yang cukup baik,” katanya di Kantor Desa Kanjilo Kecamatan Barombong, Rabu 21 Oktober 2020.
Adapun hasil partisipator kegiatan ini yakni tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan 6.000 lembar masker yang dilakukan UMKM di Desa Kanjilo.
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
“Ada 10 unit CTPS, dan 6000 masker. Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, peringatan saat ini Pemkab Gowa telah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2020 mengenai wajib masker dan penerapan protokol kesehatan, sehingga secara otomatis akan diberlakukan.
“Kegiatan ini sejalan dengan perda kita untuk selalu menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, sehingga dengan adanya CTPS tersebut tentunya akan membantu Kabupaten Gowa dalam mencegah penularan Covid-19,” beber Kadis Kesehatan.
Sementara itu Ketua Hakli Kabupaten Gowa, Yahya mengatakan hasil partisipatori tersebut telah selesai 100 persen tersisa pendistribusiannya ke masyarakat setempat dan penempatan CTPS di tempat umum dan mudah dicapai.
“Semuanya telah selesai tersisa pendistribusian masker dan CTPS. Bahkan untuk menggunakan CTPS cukup menginjak pedal di bawah agar udara bisa keluar yaitu tidak disentuh lagi pake tangan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti dengan penyerahan semata namun bisa berjalan bahkan bisa dilajukan di daerah lain di Kabupaten Gowa agar mampu meminimalisir penularan Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
