Program tersebut sukses mengurangi 57 persen emisi CO dari operasi PLTD, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung terjadinya transisi energi bersih di Indonesia.
Tekad Kuat untuk Mencapai Net Zero Emission
Dari Sorowako, PT Vale terus memperluas ‘pengaruhnya’ terkait pertambangan berkelanjutan peduli pada lingkungan, ke Morowali Sulawesi Tengah dan Pomalaa Sulawesi Tenggara.
“Indonesia telah berkembang menjadi pusat nikel dunia, dengan cadangan nikel yang melimpah dan peran vital dalam rantai pasok mineral kritis. Di dalam ekosistem ini, Vale memainkan peran kunci dalam mendorong proyek-proyek pertumbuhan yang sangat prospektif, seperti di Sorowako, Morowali, dan Pomalaa,” jelas Plt CEO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto.
Perusahaan dengan kode emiten INCO itu, melakukan pendekatan mereka yang bertanggung jawab dan berkelanjutan—mulai dari rencana pembangunan fasilitas gas alam di Morowali, program reklamasi lingkungan yang masif, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga air. Selain itu, manfaat nyata untuk komunitas lokal juga menjadi bagian dari nilai tambah yang dibangun oleh perusahaan ini.
Proyek-proyek ini memiliki potensi untuk menghasilkan nilai jangka panjang yang signifikan, tidak hanya bagi perseroan dan Vale sebagai perusahaan induk yang beroperasi secara global, tetapi juga bagi kebutuhan global akan nikel untuk transisi energi, elektrifikasi kendaraan, hingga sektor pertahanan dan kedirgantaraan.
Perusahaan Tambang Harus Memberi Dampak

- KAMPAS: Jabal Rahmah Serukan Penguatan Generasi dan Masjid sebagai Pusat Peradaban
- 7 Jam Diperiksa di Polda Sulsel, Husniah Talenrang Bawa Putusan Cerai dari Pengadilan
- BI Sulsel Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan QRIS, 7 Fitur Dinikmati Jutaan Pengguna
- BPBD Jeneponto Teruskan Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang 1,25 - 2,5 Meter hingga 25 Agustus
- Unhas Buka Kelas Migrant Batch 1, Siapkan CPMI ke Jepang dengan Pelatihan Bahasa dan Budaya
Bernardus mengungkapkan, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, permintaan global terhadap nikel akan terus meningkat. Walau laju transisi energi global mungkin berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan, tekad menuju Net Zero harus tetap kuat.
“Upaya global untuk mengurangi emisi akan mendorong pertumbuhan infrastruktur hijau—mobil listrik, energi angin, dan tenaga surya—yang semuanya memerlukan nikel dalam jumlah besar. Artinya, permintaan akan nikel berkualitas tinggi yang diproduksi secara bertanggung jawab akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Dalam laporan tahunan Vale yang bisa diakses lewat situs resmi korporasi tersebut, produksi Nikel matte perusahaan mencapai 71.311 metrik ton pada 2024, atau tumbuh dibanding tahun sebelumnya sebesar 70.728 ton.
Periusahaan tambang berlokasi di Bumi Batara Guru ini terus beroperasi dan meningkatkan produksi, dengan alat-alat berat yang terus bekerja, dan pabrik pengolahan yang terus aktif. Tapi insan di PT Vale terus diajarkan bahwa mereka hadir dengan tujuan penting: “to improve life and transform the future, together”. Harus selalu memberi dampak, untuk merawat lingkungan, untuk hadir di tengah masyarakat dan bukan sekadar menambang.
Saat merayakan keberhasilan PROPER Emas, beberapa waktu lalu, Bernardus mengingatkan para karyawan, bahwa penghargaan tertinggi lingkungan dari Kementerian itu bukan tujuan akhir. “Hanya tanda bahwa kita sedang ada di jalan yang benar. Tapi arah kompasnya tetap: keberlanjutan dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
