Diah Saraswati Kenalkan Kain Nusantara Lewat Boneka, Simak Kisahnya

Diah Saraswati Kenalkan Kain Nusantara Lewat Boneka

Terkini.id,Jakarta – Mengenalkan budaya nusantara baik dalam negeri maupun luar negeri bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah lewat boneka. Seperti yang dilakukan oleh Diah Saraswati, penulis buku “Gaya Klasik Boneka Cantik” yang diterbitkan Gramedia.

Dijelaskan Diah Saraswati dirinya suka membuat boneka sejak empat tahunan yang lalu. Awalnya ada sisa-sisa kain yang agak besar sehingga dirinya kepikiran untuk membuat boneka.

Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan yang juga istri Gubernur Sulsel menerima kunjungan silaturahmi Diah Saraswati di Rujab Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu

“Saya membuat Boneka sejak kurang lebih empat tahun lalu. Berawal dari sisa-sisa kain yang agak besar,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa memilih boneka, ia mengaku selama masih ada anak-anak di dunia Ini pasti ada boneka.

“Boneka bisa menjadi alat edukasi, dan bisa menemani anak-anak bermain, belajar, dan bahkan menemani saat anak-anak sedang kurang sehat,” jelasnya.

Boneka kain Sulawesi karya Diah Saraswati

Iibu yang berprofesi wiraswasta ini bahwa membuat boneka apa saja. Namun pada prinsipnya dalam membuat boneka itu perlu imajinasi untuk bisa menciptakan kreasi yang baru khususnya dikontruksi badannya.

Diah Saraswati melakukan pelatihan membuat boneka

“Kalau pakaian dan asksesorisnya bisa dilihat dari gambar-gambar dan sumber main seperti buku, YouTube, dan sebagainya,” kata Diah.

Dijelaskan pula mengapa dirinya memilih kain nusantara pada boneka karena ingin mengenalkan kain nusantara sejak dini. Dimana kain nusantara yang begitu banyak dan indah yang dimiliki Indonesia tercinta agar mereka bisa merasakan betapa kayanya negeri kita.

“Saya ingin mengajak anak-anak untuk merasakan kayanya Indonesia, di samping ingin mengenalkan budaya lewat boneka,” terangnya.

Mengenalkan budaya nusantara baik dalam negeri maupun luar negeri bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah lewat boneka.

Diketahui, boneka yang dibuat Diah ini tentu berbeda dengan boneka pada umumnya. Boneka buatan dirinya itu dilakukan dengan hati yang bahagia dan penuh totalitas dalam pengerjaannya sehingga hasilnya mendekati aslinya dalam hal pakaian, akesoris, sanggul, dan lainnya.

“Kadang saya harus hunting untuk mencari aksesoris ke tempat asalnya, misalnya untuk boneka penari Gambyong, saya harus cari kembang goyangnya dan terbang ke Yogyakarta, begitupula dengan daerah lain,”urainya.

Ia juga mencontohkan dalam membuat boneka Papua, Diah tentu mencari rumbia dan bulu burung Kasuari di Biak dan boneka daerah lainnya.

“Saya menghindari memakai aksesoris plastik dalam membuat boneka karena memperhatikan juga sisi kesehatan bagi anak,” lanjutnya.

Dan semakin menariknya lagi, Diah tidak pelit soal ilmu dan pengalaman dalam membuat boneka. Hal itu dibuktikan dirinya kerap kali menjadi pembicara atau instruktur membuat boneka kepada ibu-ibu dan bahkan di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta Diah bahkan membuat sebuah workshop membuat boneka.

“Saat ini saya lebih banyak mengajar membuat boneka, belum memproduksi. Banyak sekali yang berminat membeli, tapi saya masih banyak keterbatasan. Jadi hanya bisa memenuhi sedikit,” kesannya.

Diah Saraswati

Ditanya boneka propinsi apa saja yang sudah diproduksi, ibu cantik ini mengaku baru belasan propinsi. Ia mengaku ingin membuat seluruh Propinsi yang ada di Indonesia.

“Terlalu kaya Indonesia. Sayang jika tidak dituangkan bentuk kecintaan terhadap negeri ini dengan berkarya membuat boneka secara lengkap,” imbuhnya.

Sejak boneka yang sudah berhasil dibuatnya, Diah kerap mengunggahnya ke media sosial sehingga mengundang perhatian masyarakat.

“Respon masyarakat sangat baik, khususnya orang-orang asing yang pernah melihat boneka saya. Saya pernah menolak permintaan orang Belanda karena belum mampu memproduksi,” sambungnya.

Saat ini Diah sedang fokus dengan boneka Papua, karena banyak yang senang dengan boneka Papua.

Diah Saraswati sedang mengedukasi warga Papua untuk membuat boneka

“Saya ingin punya kesempatan mengajar di Papua, agar boneka tersebut diproduksi di tempat asalnya atau bisa menjadi souvenir Papua. Berharap bisa menjadi penghasilan bagi perajin di sana. Saudara kita di Papua lebih punya hak membuatnya dan saya siap mengajarkan,” tegasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini