Terkini.id, Jakarta – Usai pelaksanaan pemilu 2024, sebanyak 540 petugas Kelompok penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Garut dilanda sakit karena diduga kelelahan. Hingga melalui Dinas Kesehatan Pemkab Garut segera bertindak cepat dengan melalukan penanganan medis terhadap petugas pelenggara pemilu 2024.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani yang mengatakan bahwa dari total 540 petugas KPPS Pemilu yang sakit, 501 orang di antaranya menjalani rawat jalan. Sedangkan sisanya sebanyak 39 orang harus menjalani rawat inap.
“Dari 39 orang yang menjalani rawat inap, tiga di antaranya kemudian dirujuk ke rumah sakit agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sisanya mendapatkan perawatan di sejumlah Puskesmas,” ujar Leli. Dikutip dari Pikiranrakyat.com. Sabtu, 17 Februari 2024.
Para petugas penyelenggara Pemilu yang mendapatkan pelayanan kesehatan itu, tutur Leli, kebanyakan yang mengeluhkan sakit lambung, demam, dan ada juga hipertensi. Faktor penyebabnya lebih dikarenakan mengalami kelelahan, kurang minum dan pola makan.
Ditangani Medis Leli memastikan seluruh petugas penyelenggara Pemilu yang sakit telah mendapatkan penanganan medis dengan maksimal. Untuk tiga orang yang kemudian dirujuk ke rumah sakit, mereka terkena typus dan DBD sehingga harus mendapatkan penanganan lebih intensif.
- Hari Kartini, Camat Ujung Pandang: Saatnya Perempuan Tunjukkan Kualitas dan Kepemimpinan
- Refleksi Hari Kartini, Ketua TP PKK Bulukumba Nilai Perempuan Kian Berdaya
- Wadirnas LPKS DPP BKPRMI: Pena Kartini, Inspirasi Perempuan Bangkit di Era Digital
- Pererat Persaudaraan, Hikma Enrekang Gelar Halalbihalal di Rujab Bupati Sidrap
- Andi Syahrum Dikabarkan Ditunjuk Jadi Plt Dirut PDAM dan Andi Taufik Sebagai Dirum
Menurutnya, sejak awal pihaknya memang telah mempersiapkan petugas kesehatan untuk melayani kesehatan petugas penyelenggara Pemilu di lapangan.
“Pada hari H pelaksanaan pencoblosan, seluruh petugas medis sudah kami siapkan di posko kesehatan desa dan juga Puskesmas. Bahkan khusus untuk melayani petugas penyelenggara Pemilu yang sakit, petugas disiagakan selama 24 jam,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, Dian Hasanudin, menyatakan dari laporan yang diterimanya, jumlah petugas penyelenggara Pemilu 2024 yang mendapatkan penanganan medis ada 51 orang. Mereka terdiri dari petugas KPPS, PTPS, PPK, Linmas, serta yang lainnya.
Diungkapkannya, dari jumlah tersebut, ada 39 orang yang menjalani rawat inap. Dari jumlah tersebut, 1 di antaranya dirawat di RSUD dr Slamet Garut, 1 di RS Nurhayati, dan sisanya sebanyak 37 dirawat di Puskesmas yang ada di daerahnya masing-masing.
“Data yang kami terima, ada 39 orang yang menjalani rawat inap baik di rumah sakit ataupun di Puskesmas. Indikasinya, mereka kecapean termasuk beberapa di antaranya ada juga yang memiliki riwayat kesehatan,” ucap Dian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
