Terkini.id, Toraja – Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja sukses menggelar Webinar Nasional dengan mengusung tema ‘Inovasi Prasarana Transportasi yang Terintegrasi Multi Aspek’, Senin 7 Juni 2021.
Webinar Nasional Teknik Sipil UKI Toraja yang digelar lewat aplikasi Zoom tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan.
Dalam kegiatan itu, turut hadir sejumlah Narasumber baik peneliti, pakar maupun akademisi di antaranya, Prof. Ir. Sakti Adji Adisasmita, M.Si., M.Eng.Sc., Ph.D (Guru Besar FT Unhas/Praktisi), Dr. Siegfried, M.Sc (Dosen Universitas Langlangbuana/Praktisi), Dr. Ir. Lucky Caroles, ST., MT (Dosen Teknik Sipil UKI Toraja) dan Dr. Ir. Parea Rusan Rangan, ST., MT (Ketua Prodi Teknik Sipil UKI Toraja).
Prof. Sakti dalam paparan materinya fokus membahas terkait sistem transportasi terintegrasi multi aspek.
Ia pun mengatakan, dalam hal konseptual terkait sistem transportasi, yang harus diperhatikan tidak hanya soal jaringan jalan melainkan juga aspek teknisnya.
- Danny Pomanto Dampingi Prabowo Beri Kuliah Umum Soal Pertahanan Negara ke Mahasiswa UKI Toraja
- Hadir di Webinar Nasional Teknik Sipil UKI Toraja, Prof Sakti: Implementasi Angkutan Massal Solusi Kemacetan
- Lewat Webinar Nasional Teknik Sipil UKI Toraja, Sejumlah Praktisi Ulas Inovasi Prasarana Transportasi
“Secara konseptual yang perlu diperhatikan tidak hanya jaringan jalan namun aspek teknisnya meliputi aturan geometrik jalan, bagaimana memberi pendidikan struktur, transportasi harus dihubungkan dengan moda transportasi massal, perlu dikurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatan angkutan massal,” ujar Prof. Sakti.
Ia pun menilai bahwa ke depannya perlu adanya implementasi angkutan massal. Jika tidak, kata Prof Sakti, maka hal itu tentunya akan menimbulkan masalah kemacetan.
“Kita harus berpikir ke depan perlu ada implementasi angkutan massal, karena kalau tidak menerapkannya akan menambah volume kendaraan pribadi sehingga mengakibatkan kemacetan,” jelasnya.
Prof Sakti juga menilai, ketersediaan infrastruktur jalan saat ini kemungkinan tidak bisa dikembangkan karena keterbatasan lahan.
Maka dari itu, pihaknya menyarankan perlunya adanya rekayasa lalu lintas yang maksimal dari pihak-pihak terkait.
“Ketersediaan infrastruktur jalan saat ini mungkin tidak bisa dikembangkan karena keterbatasan lahan maka perlu adanya rekayasa lalu lintas yang maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Teknik Sipil UKI Toraja, Dr. Ir Parea Rusan Rangan lewat materinya membahas soal inovasi bahan Geopolimer sebagai alternatif lapisan perkerasan jalan.
Menurutnya, bahan Geopolimer sangat disarankan untuk menjadi bahan alternatif dalam perencanaan perkerasan jalan, menggantikan bahan semen.
“Mengapa kita menggunakan Geopolimer? Karena bahan Geopolimer banyak mengandung Sodium Silika serta oksida besi serta zat-zat yang digunakan semen sehingga bisa mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan,” tuturnya.
Ia pun melihat bahwa di Kabupaten Toraja banyak limbah dari jerami padi yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan Geopolimer.
“Kami melihat di Toraja ini banyak limbah dari jerami padi. Sehingga dalam penelitian ini, kami memanfaatkan limbah padi sebagai bahan Geopolimer,” ungkap Dr. Ir. Parea Rusan.
Parea Rusan juga membeberkan sejumlah keunggulan bahan Geopolimer dibandingkan semen.
“Keunggulan Geopolimer ini ramah lingkungan dam tidak memerlukan biaya yang banyak dibanding semen karena bahannya dari abu jerami padi. Dengan biaya murah kita bisa menghadirkan mutu beton jalan yang tinggi,” ujar Dr. Ir. Parea Rusan.
“Berdasarkan penelitian kami bekerjasama Universitas Hasanuddin, material Geopolimer ini ternyata bisa mengeras dan tidak hancur. Saat direndam air pun, terbukti hasil penelitian material Geopolimer bisa terbentuk tanpa proses pemanasan, namun dengan menggunakan Alkali Activator,” tambahnya.
Webinar Nasional Teknik Sipil UKI Toraja tersebut mendapat dukungan dari dua lembaga besar, yakni BRI dan UPBU Toraja.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
