Terkini.id, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, Pilkada yang digelar di sejumlah daerah, tidak menjadi faktor penentu meningkatnya penyebaran covid-19.
Pasalnya, dari hasil survei yang ada, terlihat Pilkada tidak banyak mempengaruhi naik turunnya angka Covid-19.
Bahkan dari data tersebut, jumlah daerah zona merah yang menyelenggarakan Pilkada justru mengalami penurunan tren angka covid19.
“Bukan soal Pilkada atau tidak ada Pilkada. Ini soal komitmen daerah untuk menjalankan protokol kesehatan,” kata dia dalam acara Kick Off Sosialisasi Perubahan Perilaku Penanggulangan Covid-19 oleh BKKBN, Jumat 2 Oktober 2020.
Menurut Doni, selama empat minggu terakhir, ada kecenderungan perbandingan zonasi merah antara kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020 dan yang tidak.
“Data daerah yang melaksanakan Pilkada justru ada penurunan jumlah zonasi yang berisiko tinggi dari 45 ke 29 kabupaten/kota. Sedangkan di daerah yang tidak ada Pilkada, justru terjadi peningkatan dari 25 ke 33 kabupaten/kota,” kata Doni.
- Perempuan Penentu Peradaban: Pilar Utama Pencetak Generasi Gemilang
- Buka Turnamen Walikota Cup 2026, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Pembinaan Atlet Sepak Bola Berkelanjutan
- Klinik Gigi Daengtisia Gelar Pelatihan Gigi Palsu dengan Dukungan dari PDGI Makassar dan Prodi Prostodonsi FKG UNHAS
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
Dia pun mengungkapkan, baik daerah yang melaksanakan Pilkada maupun yang tidak melaksanakan Pilkada sangat tergantung kepada ketaatan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Dia pun yakin jika penyelanggaraan Pilkada 2020 ini akan bisa digelar dengn baik asalkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pillada ditaati.
“Jadi daerah yang ada Pilkada maupun tidak ada Pilkada ini sangat tergantung terhadap protokol kesehatan, manakala aturan yang ada ditepati, ditaati dan dipatuhi dan mereka yang melanggar diberi sanksi, kita yakin pelaksanaan Pilkada bisa berjalan lebih baik lagi,” ungkap Doni.
Covid-19 Itu Nyata
Doni juga menyampaikan bahwa virus Corona itu nyata. Bukan rekayasa apalagi konspirasi.
“Covid-19 adalah nyata bukan rekayasa. Covid-19 ini bukan konspirasi,” kata Doni dalam acara virtual yang disiarkan melalui YouTube BKKBN Official, Jumat 2 Oktober 2020.
Dia mengingatkan, Covid-19 telah mengakibatkan lebih dari 1 juta orang meninggal di tingkat global. Sementara itu, lebih dari 33 juta orang dinyatakan positif terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Di Indonesia, 10.856 orang meninggal karena Covid-19. 291.182 Orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan 61.839 sedang dalam perawatan atau isolasi.
“Ini angka yang sangat besar,” jelas Doni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
