Terkini.id, Makassar – Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melakukan pengabdian masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Museum La Galigo Benteng Fort Rotterdam Makassar Sulawesi Selatan.
Tema Pengabdian yang diangkat adalah “Pelatihan kepemanduan Bagi Pegawai Museum La Galigo”.
Pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dua dosen UMI yakni Burhanuddin, S.D., M.Pd sebagai Ketua, dan Dra A. Hudriati, M.Hum sebagai anggota.
Pengabdian ini merupakan agenda tahunan, yang biasanya dilakukan di Kota Makassar maupun di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pengabdian dan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yang dilakukan pada tempat yang sama pada tahun 2018 lalu, Pelatihan pertama yaitu, Pelatihan Bahasa Inggris Dasar Berbasis ESP Bagi Pegawai Museum La Galigo,” kata Burhanudin selaku dosen yang melakukan pengabdian kepada media, Sabtu, 4 Januari 2019.
- Forum Lintas Angkatan Sastra UMI Kecam Keras Kekerasan di Kampus UMI: Tuntut Investigasi Tuntas
- IKA FSIKP UMI Bakal Silatnas dan Muskom Akhir Mei 2026
- Teliti Celah Regulasi Hak Angket, Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad Raih Doktor ke-441 UMI
- Penerapan Teknologi Tepat Guna Tim PKM UMI Lakukan Praktek dan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kelapa
- Bank Sulselbar Syariah dan UMI Teken MoU Terkait Sistem Keuangan Terintegrasi
“Karena pegawai Museum La Galigo begitu antusias mengikuti pelatihan ini mereka mengusulkan untuk diadakan pelatihan lanjutan dengan melakukan praktek langsung di ruangan atau show room museum khususnya di museum budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Hudriati membeberkan alasan pentingnya melakukan pelatihan pemanduan di Museum La Galigo
“Kenapa kami melakukan pelatihan kepemanduan di Museum La Galigo, karena Museum La Galigo merupakan destinasi wisata di Kota Makassar yang banyak dikunjungi ole wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pemandu atau pegawai museum yang mampu memandu dan mengetahui bahasa asing yaitu bahasa inggris,” kata Hudriati.
“Seperti biasanya bila ada tamu negara seperti duta besar pihak museum menggunakan jasa Pramuwisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia Sulawesi Selatan atau guide yang memandu dan memberikan informasi, bukan pegawai museum. Padahal museum harus profesional dengan menggunakan SDM yang menguasai bahasa asing,” ujarnya.
Kepala Tata Usaha dan Taman Budaya Sulawesi Selatan Hasnia, SP., MP sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap supaya terus sustainable, dan berterima kasih kepada Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dirinya juga merupakan alumni UMI dari Fakultas Pertanian.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 20-an pegawai, baik pegawai tetap maupun pegawai honorer.
Pelatihan ini juga melibatkan 3 orang mahasiswa Fakultas Sastra UMI yakni Astrid Pratiwi, Asmarani Hama, dan Idawanda. Mereka membantu mengajarkan bagaimana berbahasa Inggris kepada para tamu.
Citizen Reporter: Uswatun Hasanah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
