Dukung Demo Mahasiswa Hari Ini, Gatot Nurmantyo: Pemerintah Tidak Mampu Atasi Persoalan Rakyat!

Dukung Demo Mahasiswa Hari Ini, Gatot Nurmantyo: Pemerintah Tidak Mampu Atasi Persoalan Rakyat!

R
Mahipal
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Panglima TNI AD, Gatot Nurmantyo dukung demo mahasiswa hari ini, dirinya menyatakan bahwa pemerintah tidak mampu atasi persoalan rakyat.

Diwartakan sebelumnya bahwa Gatot Nurmantyo dituding sebagai dalang di balik demo mahasiswa hari ini, namun dirinya mengelak, namun sekarang ia dukung gerakan tersebut dan dengan tegas sebut pemerintak tidak mampu atasi persoalan rakyat.

Gatot Nurmantyo juga menyoroti kasus penangkapan salah satu anggota KAMI, Muhammad Usman karena membentangkan spanduk terkait tuntutan rakyat untuk menurunkan harga minyak goreng di depan rombongan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Jambi beberapa waktu lalu.

Gatot Nurmantyo mengungkapkan, Usman membentangkan spanduk tersebut karena prihatin dengan nasib kaum ibu yang rela menderita demi mengantri untuk memperoleh minyak goreng.

“Sekarang bayangkan, seorang suami, seorang anak melihat kaum ibu yang antri sampai meninggal, bahkan yang terkini antri membawa bekal untuk sahur, kan hatinya menangis. Yang bisa dilakukan sebagai seorang Usman hanya menyampaikan saja,” kata Gatot Nurmantyo sebagaimana dilansir Terkini.id dari channel YouTube Hersubeno Point pada Minggu, 10 April 2022.

Baca Juga

Gatot Nurmantyo menegaskan, Usman sebagai salah satu anggota KAMI melakukan aksi tersebut karena dijamin oleh UUD 1945.

Dalam pasal 28 E dan F UUD 1945, disebutkan bahwa negara menjamin kebebasan berpendapat di muka umum bagi setiap warga negara.

Mantan Panglima TNI itu juga mengungkapkan, dalam menyampaikan pendapat Usman tidak melakukannya di tempat terlarang dan tidak membawa benda-benda terlarang.

“Dia tahu aturan, tahu undang-undang bahwa dia melakukan itu dilindungi undang-undang karena hak konstitusi dia untuk menyampaikan pendapat di muka umum, bukan di tempat terlarang dan membawa benda-benda terlarang,” ujarnya.

Gatot Nurmantyo juga menyoroti pola operasi intelijen yang dilakukan oleh penguasa selama ini.

Menurutnya, penguasa kerap melakukan operasi intelijen ketika pemerintah terkesan tak mampu menangani persoalan rakyat, namun di sisi lain pihak-pihak yang rajin mengkritisi seperti KAMI dan lain-lain justru diberangus dengan berbagai cara.

“Tapi memang dalam situasi terkini, dengan pola kontrak (operasi) intelijen selama ini kan selalu sama di tengah kondisi pemerintah yang tidak mampu mengatasi persoalan rakyat. Malah KAMI dan kelompok-kelompok sejenis lainnya dijadikan bulan-bulanan, dituduh segala macam, akhirnya ditangkap polisi,” ujar Gatot Nurmantyo menandaskan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.