Terkini.id – Dalam dua hari terakhir, jagat media sosial diramaikan dengan beredarnya postingan tentang gadis jenius asal Surabaya, Audrey Yu Jia Hui yang disebut ditawari jadi calon menteri.
Informasi dan foto tentang Audrey tersebut tersebar melalui berbagai postingan influencer hingga media online di facebook.
Padahal, tidak ada satupun informasi valid yang menyebut Audrey adalah calon menteri. Beberapa informasi yang diselipkan dalam berbagai postingan yang beredar itu juga diketahui hoax.
Dari postingan-postingan yang tersebar tersebut, Audrey disebutkan seorang gadis super jenius asal Surabaya.
Dia disebutkan pernah berhadapan dengan dokter jiwa karena kejeniusannya yang bahkan berhasil tamat SMA di usia 13 tahun.
Salah satu akun Facebook yang memviralkan Audrey, yakni Rudi Kurniawan menyebutkan, Audrey menyelesaikan SD cuma 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan persis di usianya masih 13 tahun.

Audrey disebutkan lulus Summa Cum Laude dan Phi Beta Kappa pada usia 16 tahun di salah satu universitas tertua di Amerika, College of William and Mary di Virginia.
Disebutkan, Audrey bahkan saat lulus kuliah berniat mendaftar jadi anggota TNI yang saat itu masih bernama ABRI, namun ditolak karena usianya masih 17 tahun.
Karena gagal masuk jadi anggota TNI, Audrey memutuskan menempuh S-3 di Paris, mengambil jurusan Fisika dan Bahasa.
Audrey lulus S-3 di usia kurang dari 25 tahun.
Saat Lulus S-3, Audrey langsung diterima bekerja di Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.
Fakta Sebenarnya
Informasi-informasi viral terkait Audrey di media sosial nyaris tak punya sumber jelas. Informasi tersebut menjadi viral karena disebarkan berbagai influencer dan media online.
Salah satu akun kompasiana, Himam Miladi, ikut memprotes informasi yang viral tersebut.
“Ada beberapa informasi yang perlu diluruskan supaya netizen tidak mudah termakan informasi palsu atau hoaks,” tulisnya.
Beberapa fakta dalam postingan tentang Audrey memang benar adanya. Namun, ada juga yang hoax.
“Hoaks pertama tentang Audrey Yu adalah tentang buku yang ditulisnya. Audrey memang hobi menulis dan sudah menghasilkan 2 buku. Tapi kedua bukunya itu belum masuk kategori best seller dunia. Bukunya juga bukan berjudul Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku seperti yang dihembuskan akun @nithasist,” tulis dia lagi.
Buku pertama Audrey yang berjudul Mellow Yellow Drama, diterbitkan Bentang Pustaka (20014) dan menceritakan perjalanan hidup Audrey Yu. Dari anak yang dianggap terlahir jenius hingga pandangan pribadinya tentang diskriminasi yang dialami warga keturunan Tionghoa saat era Orde Baru.
Bukunya yang kedua berjudul Mencari Sila Kelima: Sebuah Surat Cinta Untuk Indonesia (Bentang Pustaka, 2015).
“Judul aslinya sebenarnya ‘Mencari tong bao’. Saya suka istilah itu yang berarti berasal dari rahim yang sama atau kompatriot,” ujar Audrey Yu dikutip dari Liputan6.
Menurut Audrey, bukunya yang kedua ini terinspirasi dari pengalamannya dalam memandang Tiongkok. Wanita kelahiran Surabaya ini kagum dengan kekompakan dan rasa persatuan yang dimiliki oleh masyarakat negeri Tirai Bambu tersebut. Berdasarkan pengamatan itu pula, ia menyebut Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang sama untuk menjadi besar, bahkan melebihi Tiongkok. Terlebih, Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Informasi hoaks terkait buku yang ditulis Audrey Yu ini sebenarnya mudah diketahui oleh netizen. Jika buku berjudul Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku ini masuk jajaran best seller dunia, tentu akan banyak ulasannya, terutama dari penggemar buku luar negeri,” tulis dia.
Faktanya, di situs Goodreads tak ada judul buku seperti itu. “Goodreads hanya memuat dua judul buku seperti yang sudah sebutkan sebelumnya,” tulisnya lagi.
Hoaks kedua adalah terkait profesi dan pekerjaan Audrey Yu. Menurut informasi di media sosial, Audrey Yu disebut langsung bekerja di NASA usai menyelesaikan pendidikan S3 di Paris dengan gaji 200 juta per bulan.
Faktanya, Audrey Yu pada tahun 2017 masih berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Shanghai, Tiongkok. Ia mengajar bahasa Inggris dan membantu mempersiapkan siswa untuk menempuh ujian SAT.
“Seandainya benar Audrey Yu, dengan kejeniusannya langsung direkrut oleh NASA begitu lulus kuliah, hal ini tentu akan diberitakan media Amerika Serikat. Tapi, hasil penelusuran saya tidak mendapati berita apapun terkait perekrutan Audrey Yu. Berdasarkan pencarian di situs NASA juga tidak ditemukan entry apapun terkait nama Audrey Yu,” tulisnya lagi.
Hoaks ketiga adalah terkait pertemuan Audrey Yu dengan Jokowi saat KTT G-20 di Jepang beberapa waktu yang lalu. Mengingat status KTT G-20 yang dihadiri kepala negara semacam Donald Trump dan negara maju lainnya, sulit untuk diterima akal bahwa Audrey Yu bisa bertemu dengan Jokowi tanpa ada kapasitas apapun yang melekat pada dirinya.
“Seandainya Audrey Yu bertemu Jokowi dalam kapasitasnya sebagai warga negara Indonesia, pertemuan semacam ini tentu dihadiri WNI lainnya yang tinggal di Jepang, bukan secara pribadi. Seandainya pertemuan pribadi itu memang ada, tentu akan ada dokumentasi resmi dari staf publikasi kepresidenan,” tambah dia.
Faktanya, hingga KTT G-20 berakhir, tidak ada berita agenda pertemuan Jokowi dengan WNI di Jepang, atau dokumentasi pertemuan pribadi Jokowi dengan Audrey Yu.
Begitu pula dengan informasi tawaran pekerjaan dari BPPT. Situs Okezone sudah mencoba untuk mengonfirmasi langsung pada BPPT, namun hingga berita tentang Audrey Yu ditayangkan, belum ada jawaban.
“Hoaks terkait Audrey Yu sebenarnya tidak bersifat negatif. Sekalipun begitu, hoaks tetaplah hoaks. Tidak ada satupun alasan yang bisa membenarkan motif dibalik penyebaran informasi yang menyesatkan,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
