Gandeng Pemkab Luwuk Banggai, Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Seminar Internasional ‘Stunting’

FKM Unhas
Gandeng Pemkab Luwuk Banggai, Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Seminar Nasional 'Stunting'

Terkini.id, Makassar – Stunting masih menjadi ancaman nyata bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Isu stunting menjadi pokok ulasan dalam seminar internasional yang mengangkat tema “Accelerating Stunting Reduction Through The First 1000 Days of Life Interventions in Response to Environmental Challenges” yang diselenggarakan di Hotel Claro Makassar, Jumat hingga Sabtu, 2-3 Agustus 2019.

Seminar ini diselenggarakan Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting dalam 1000 HPK dan diselenggarakan berkat kerjasama dengan berbagai pihak, yaitu Universitas Negeri Tadulako Palu dan Stikes Mega Buana Palopo yang bertindak sebagai co-host.

Adapun seminar ini disponsori oleh Pemerintah Kabupaten Takalar, Pemerintah Kabupaten Banggai, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Yayasan Hadji Kalla, PDAM Kota Makassar, CV Tiga Jaya Sakti, dan Forum Mahasiswa Gizi FKM Unhas.

Delapan pembicara hadir sebagai narasumber dalam seminar ini. Delapan pembicara tersebut membagikan masing-masing sesuai dengan keahliannya diantaranya poin-poin penting dalam dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, kesehatan masyarakat dan penjelasannya terkait masalah stunting.

Turut berbagi pengalaman terkait penanganan praktis di Kabupaten Luwuk Banggai, yaitu Bupati Luwuk Banggai dalam mengontrol kasus stunting.

Pemerintah Kabupaten Banggai senantiasa berupaya dalam program penurunan angka stunting. Keseriusan ini telah dibangun sejak Ir. H. Erwin Yatim menjabat sebagai Kepala Daerah.

“Bukan hanya melihat masalah pada anak yang mengalami gizi buruk, tetapi juga penekanan Angka Kematian Ibu (AKI),” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Herwin Yatim menjelaskan bahwa Luwuk Banggai melakukan penanggulangan stunting dengan pendekatan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Tersistematis maksudnya adalah lewat peraturan seperti instruksi bupati, dan lain-lain.

Adapun masif yang dimaksud adalah melalui pemimpin-pemimpin agama, juga melalui baliho-baliho yang terisi beragam informasi mengenai stunting, yang sebelumnya diisi oleh iklan rokok.

“Ini merupakan bentuk komitmen Kabupaten Luwuk Banggai dalam menuntaskan stunting dan ditargetkan agar ke depan sampai tahun 2023 Kabupaten Banggai dinyatakan bebas stunting,” kata Herwin.

“Begitupun mobil-mobil pemerintah, baik itu bupati, wakil bupati, camat, lurah, kepala puskesmas, serta seluruh stake holder di Luwuk Banggai sekarang dipasang tulisan ‘No Stunting’ agar bisa dilihat di jalan-jalan. Setiap kali hari posyandu juga akan diberikan balon bertuliskan ‘No Stunting’ kepada ibu-ibu yang datang,” lanjutnya.

Citizen Reporter: Mesra Rahayu

Berita Terkait