Terkini.id, Jakarta – Ganjar Pranowo dan Wayan Koster tolak kedatangan Timnas Israel, Adian Napitupulu buka suara.
Diketahui bahwa Ganjar Pranowo serta I Wayan Koster menjadi sosok yang dianggap sebagai penyebab kegagalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Dalam sebuah acara diskusi dengan CNN Indonesia, Adian Napitupulu menekankan bahwa sikap kedua kader PDIP tersebut sudah benar dan telah sesuai dengan prinsip yang dianut oleh Indonesia.
“Boleh tidak Ganjar dan Koster bersikap? Ya boleh! yang penting dasar sikap itu tidak rasis, tidak menyerang etnis, suku, agama,” ujar Adian Napitupulu, Selasa 4 April 2023.
“Tapi berangkat dari pertimbangan historis dan ideologis, kemanusiaan. Ganjar dan Koster itu tidak menolak piala dunia, tapi menolak kehadiran Timnas Israel di Bali,” lanjutnya.
Kemudian, ia membantah bahwa FIFA mencabut wewenang Indonesia sebagai pihak penyelenggara Piala Dunia U-20 karena ucapan Ganjar Pranowo dan Adian Napitupulu yang mengecam kedatangan Israel.
“Dasarnya apa? Alat ukurnya apa? Mereka bukan pengambil keputusan di piala dunia,” katanya.
“Mereka punya hak konstitusional untuk menyampaikan pandangannya sebagai kepala daerah. Harusnya kepala daerah lain ngomong dong, sampaikan pendapatnya kalau daerahnya aman,” tambahnya.
Pria yang dikenal sebagai Aktivis 1998 ini juga menyoroti keputusan FIFA yang mengisyaratkan adanya pengaruh dari kedua gubernur tersebut.
“Ganjar mengatakan pemerintah pusat yang putuskan. FIFA mengatakan melalui Pak Erick Thohir bahwa ada intervensi,” tuturnya.
“Pernyataan Ganjar dan Koster tidak dalam kapasitas mengintimidasi, menurunkan orang untuk berdemonstrasi, tidak ada ancaman, lalu mundur? Logikanya di mana FIFA?,” sambungnya.
Adapun FIFA melalui situs resminya menyatakan bahwa gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-202023 adalah terkait Tragedi Kanjuruhan.
“FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut, tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi yang terjadi pada Oktober 2022 (Tragedi Kanjuruhan),” ucap FIFA dilansir dari fifa.com.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
