Gara-Gara Hal Ini, PA 212 Geruduk Pabrik Sepatu di Sukabumi, Bawa-Bawa Soal Sarana Ibadah

Gara-Gara Hal Ini, PA 212 Geruduk Pabrik Sepatu di Sukabumi, Bawa-Bawa Soal Sarana Ibadah

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta– Belum lama ini, massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggeruduk sebuah pabrik sepatu di Cikembar, Sukabumi.

Mereka dikatakan datang untuk menggelar aksi damai dan beraudiensi dengan pihak manajemen perusahaan itu.

Dari informasi yang diperoleh, PA 212 Dewan Tahfidz Kabupaten Sukabumi menuntut adanya transparansi rekrutmen pekerja, Corporate Social Responsibility (CSR), tempat ibadah yang memadai, serta Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) kepada perusahaan yang bergerak di bidang industri sepatu tersebut.

“Kami selalu ormas memiliki kewajiban untuk menjadi sosial kontrol,” tutur Abu Jibril selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dari aksi damai ini.

“Kemudian kami juga ingin meminta klarifikasi mengenai rekrutmen, CSR, sarana ibadah serta Andalalin.”

Baca Juga

Diketahui, sebanyak lima orang perwakilan massa PA 212 diterima langsung Humas PT GSI serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cikembar dalam mediasi tersebut.

Adapun hasil dari mediasi yang dilakukan, di antaranya pembuatan rambu sekitar PT GSI, membuat pernyataan beserta jawaban secara tertulis, dan melakukan survei fasilitas ibadah.

“Hasil yang didapat dari mediasi ini, pihak manajemen menyetujui membuat rambu di sekitar PT,” sambung Abu Jibril, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Jumat, 11 Maret 2022.

“GSI, lalu membuat jawaban konkret secara tertulis dari manajemen, serta fasilitas ibadah yang memadai.”

Terpisah, Humas PT GSI, Nurzaman, menegaskan bahwa pihaknya dalam hal perekrutan karyawan baru tidaklah berbayar. Ia pun berjanji akan menindak tegas oknum perusahaan yang menerima pungutan biaya.

“Kami sudah jelas menyebutkan bahwa kami tidak pernah meminta fee atau bayaran kepada para calon pekerja dan kami akan menindak tegas oknum perusahaan yang meminta pungutan biaya.”

Kemudian mengenai tuntutan selanjutnya, seperti sarana ibadah dan Andalalin, Nurzaman menyebut pihaknya bersama perwakilan massa aksi damai sudah melakukan survei.

“Untuk sarana ibadah sendiri, kita juga sudah survei dan disampaikan bahwa kita memiliki satu masjid besar untuk menampung sarana ibadah. Bukan hanya itu, musala juga sudah tersedia di setiap blok di GSI ini,” sambungnya.

“Lalu perihal Amdal, bisa hubungi inspektorat Kementerian pusat dan untuk Andalalin bisa hubungi inspektorat Dishub Provinsi mengenai kelayakan nya.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.