Terkini.id, Jakarta – Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sedang ramai dibicarakan di media sosial.
Baru-baru ini, Megawati dan PDIP ikut menjadi trending lantaran dituding sebagai penggagas RUU HIP tersebut.
Hal itu lantaran videonya yang berpidato di hadapan para kader PDIP menjadi viral di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun @EdyIlham7.
Tudingan itu diikuti dengan ramai tagar #MakzulkanJKWBubarkanPDIP.
Dalam video yang dipotong dan diedit dengan narasi yang provokatif tersebut, terucap pernyataan Megawati yang menyebutkan ‘Ketuhanan dengan Cara Berkebudayaan…”
- XLSMART Gelontorkan Rp200 Juta, 33 Ribu UMKM Perempuan Berebut Modal Pintar 2026
- Ulama dan Umara: Dua Pilar Peradaban untuk Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter
- Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
Jokowi dan PDIP pun dianggap penyebab munculnya RUU tersebut.
Dari Postingan aku Basmi PKI atau @Vife70664464, ia mengunggah cuplikan ucapan Megawati di acara hut PDIP ke 44. Megawati menyampaikan pidatonya di Senayan kala itu.
“Jelas Ya, RUU HIP itu Ide Megawati PDIP, , Dia Peras Pancasila Menjdi Trisula. Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa posisi Terbawah, Menjd Ketuhanan Yg Berkebudayaan. Maksdnya Apa?
Mau Merubah INDONESIA menjd Komunis? Jgn Mimpi. #TolakNeoOtoriter,” tulisnya, Selasa 16 Juni 2020.
E_ Ilham @EdyIlham7 Biang dari kerusakan…#MakzulkanJKWBubarkanPDIP#MakzulkanJKWBubarkanPDIP
https://twitter.com/EdyIlham7/status/1272621730679279616
Sementara itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta kepada para anggota DPR RI tidak ngotot untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila. Sebab, Majelis Ulama Indonesia begitu juga organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah menolak perihal RUU Haluan Ideologi Pancasila tersebut.
“DPR Jangan keras kepala! semua ormas Islam dan umat Islam bahkan MUI dan Muhammadiyah sudah menolak,” kata Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.
Bila DPR tetap ngotot memaksakan dan melanjutkan pembahasan RUU HIP, maka alumni 212 akan mengawal maklumat MUI dengan mengajak umat untuk turun ke jalan mengepung kantor DPR dan MPR. Salah satu tuntutannya, mendesak MPR untuk memakzulkan Presiden RI Joko Widodo.
“Dan menuntut MPR makzulkan Jokowi karena melanggar Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang yang telah ada” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
