Gelar Aksi Demonstrasi Insting, BEM FE UNM Menuntuk Bebaskan Ijul dan 2 Mahasiswa UNM

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
BebaskanIjul
Aksi Insting

Terkini.id, Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (BEM FE UNM) melakukan aksi demonstrasi dalam memperingati Insiden tiga belas November (INSTING) 2014.

Aksi demonstrasi ini berlangsung sejak pukul 20.00-22.30 wita tepat di depan menara Phinisi UNM Jalan A.P. Pettarani Makassar Sulawesi selatan, Jumat 13 November 2020.

Aksi ini di dasari atas peristiwa enam tahun lalu tepatnya 13 November 2014, ketika aparat kepolisian masuk ke kampus UNM melakukan pengrusakan terhadap fasilitas kampus, menembaki gas air mata kedalam kampus dan menangkapi sejumlah mahasiswa.

Aksi tersebut berjalan dengan damai dan lancar para pengguna jalan memperhatikan dengan seksama aksi tersebut.

Dimeriahkan berbagain varian aksi seperti Bakar lilin, Musikalisasi puisi, dan orasi.

Menarik untuk Anda:

Awal selaku Presiden BEM FE UNM menerangkan bahwa aksi ini didasari peristiwa INSTING tahun 2014 lalu bagaimani tindakan aparat kepolisian yang memaksa masuk ke dalam kampus UNM, merusaki fasilitas, Menangkapi mehasiswa dalam peristiwa ini aparat kepolisian menunjukka wajah brutalisme, dan jauh dari pemghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia.

“Aksi unjuk rasa turun kejalan menjadi salah satu medium mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi dan kritikannya atas segala tindakan yang dilakukan oleh negara namun masih saja direspon oleh aparat kepolisian dengan pendekatan kekerasan dan pengkriminalisasian,” tegas Awal.

“Begitupun dengan hari ini penolakan UU Cipta kerja yang terjadi di berbagai tempat, tidak terkecuali di Makassar. Salah satu aksi yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2020 di depan UNM yang kemudian berujung ricuh hingga tindakan represifitas yang dilakukan aparat kepolisian dan menangkap kawan kami bernama Ijul atas tuduhan pembakaran ambulance padahal pada saat itu kawan Ijul sedang berada di dalam kampus dan tidak menjadi bagian massa aksi. di tanggal 23 Oktober sekitar pukul 21.05 Wita kawan Ijul diangkut oleh Jatanras,” lanjutnya.

Adapun Tuntutan BEM FE UNM :
1. Mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian
2. Bebaskan kawan Ijul dan 2 Mahasiswa UNM lainnya
3. Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
4. Mosi tidak percaya

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

UNM gelar PKM BMPH

Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN UMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Dusun Paccikombaja Pangkep

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar