Gempa M6,2 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M6,2 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Sulteng — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu (16/8/2026) dini hari. Getaran gempa turut dirasakan warga di sejumlah wilayah Gorontalo.

BMKG mencatat gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 23.25.19 WIB atau Minggu (16/8/2026) pukul 00.25.19 Wita.

Episentrum gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 120,22 derajat Bujur Timur (BT), sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 44 kilometer. Berdasarkan pembaruan BMKG, kejadian ini telah ditinjau oleh seismolog dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Sejumlah warga Gorontalo mengaku merasakan getaran gempa. Salah satunya Rania, warga Gorontalo, yang merasakan guncangan dengan intensitas ringan.

Baca Juga

Ia menggambarkan getaran tersebut seperti sensasi ketika berada di dalam kendaraan yang sedang melintas.

Gempa M6,2 Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menyatakan gempa M6,2 tersebut tidak berpotensi tsunami setelah dilakukan peninjauan oleh seismolog. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tenang dan mengikuti informasi resmi apabila terdapat pembaruan parameter gempa.

Besarnya guncangan yang dirasakan di suatu wilayah tidak hanya ditentukan oleh magnitudo gempa.

Kedalaman sumber, jarak dari episentrum, kondisi tanah, serta kualitas konstruksi bangunan turut memengaruhi tingkat guncangan.

Dengan kedalaman 44 kilometer, gempa Parigi Moutong ini bersumber pada kedalaman menengah. Jarak episentrum yang cukup jauh dari Gorontalo juga dapat membuat guncangan yang dirasakan di wilayah tersebut relatif lebih lemah.

Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi kebencanaan terkait.

Sulawesi Tengah dan Gorontalo Berada di Kawasan Tektonik Aktif

Sulawesi Tengah hingga wilayah Gorontalo merupakan kawasan yang memiliki aktivitas tektonik.

Kondisi geologi tersebut dipengaruhi oleh interaksi lempeng tektonik serta keberadaan sejumlah struktur dan sesar aktif.

Pergerakan lempeng dan aktivitas sesar dapat menyebabkan akumulasi energi di dalam bumi. Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah gempa bumi.

Karena itu, gempa dengan kekuatan dan kedalaman berbeda dapat terjadi di Sulawesi dan wilayah sekitarnya.

Imbauan BMKG Saat Terjadi Gempa

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik ketika merasakan guncangan.

Jika berada di dalam bangunan, masyarakat dianjurkan segera berlindung di bawah meja atau benda kokoh sambil melindungi kepala dan leher. Hindari berada di dekat kaca, lemari, maupun benda lain yang berpotensi jatuh.

Setelah guncangan berhenti, masyarakat dapat keluar dari bangunan secara tertib menuju tempat yang aman dan memeriksa informasi resmi mengenai perkembangan gempa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.