Terkini.id, Jeneponto – Satu Hari menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah, Selasa, 4 Juni 2019, daging kuda berjejeran menghiasi jalan poros Kabupaten Jeneponto.
Dari pantauan terkini.id, sejumlah penjual daging kuda berjualan di pinggir Jalan Poros Kabupaten Jeneponto, yang terlihat mulai dari Jalan Poros Kecamatan Bangkala Barat hingga Kecamatan Tarowang.
Ratusan penjual daging yang menjual di pinggir jalan poros tersebut bisa dibilang penjual daging kuda dadakan.
“Iya, banyak penjual daging kuda dadakan kalau menjelang lebaran, ini terjadi setiap bulan Ramadan satu hari sebelum Idul Fitri,” kata Awal, salah seorang pedagang daging kuda.
Awal yang sudah puluhan tahun menjual daging kuda lods Pasar Karisa terpaksa membuat tempat jualan daging di pinggir jalan poros.
- Pegadaian Peduli Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid di Jeneponto
- Gubernur Sulsel Serahkan Rp13,5 M untuk Revitalisasi Stadion Turatea dan Infrastruktur Jeneponto
- Wakil Gubernur Sulsel Serukan Pendampingan dan Data Akurat untuk Tekan Stunting di Jeneponto
- Gubernur Sulsel Evaluasi Program Stunting Takalar dan Jeneponto, Beri Catatan Khusus
- Korban Penganiayaan di Tina'ro Jeneponto Dilaporkan ke Polisi, Dituding Membusur
“Saya terpaksa buat tempat jualan sementara di pinggir jalan, karena kalau kita jual di dalam pasar sudah tidak ada pembeli daging kuda yang masuk di pasar,” kata Awal.
Jelang Lebaran, harga daging kuda melonjak tinggi
Menurutnya, harga daging kuda menjelang lebaran melonjak tinggi.
“Harga per kilogramnya sekarang Rp 130.000, harga normalnya Rp 110.000, harga bisa melonjak karena kudanya dari luar Jeneponto,” ujar Awal.
Awal pun mengaku sudah memotong kuda sebanyak 20 ekor kuda.
“Sampai pukul 15.00 WITA sudah 20 ekor daging kuda yang habis terjual, masih lanjut menjual sampai menjelang buka puasa,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
