Hacker Bocorkan Data Agen BIN, BIN Klaim Itu Hoaks

Hacker Bocorkan Data Agen BIN, BIN Klaim Itu Hoaks

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Forum hacker bernama BreachForums kembali mengklaim telah membocorkan data anggota intel Badan Intelejen Negara (BIN).

Dalam forum tersebut, user breached.to, Strovian mengunggah sebuah tangkapan layar tentang pemberitaan BIN yang menyangkal bahwa data pegawainya telah dibocorkan.

Hacker ini juga melampirkan sampel dokumen yang memuat tentang data pribadi milik terduga pegawai agen BIN.

Dokumen itu berisi nama, tempat tanggal lahir, T.M.T., pangkat serta golongan agen intel BIN.

Salah satu data yang dibocorkan tertulis nama yang diduga agen intel BIN berinisial JA. Pada dokumen ini JA menjabat sebagai Kasubdit Analisa dan Evaluasi.

Baca Juga

Selanjutnya pegawai yang berinisial DP yang menduduki kursi sebagai Analis Data Intelejen berpangkat Penata Muda III/a.

Dalam forum itu, rekan sesama hacker lainnya turut memuji tindakan Strovian yang berhasil membongkar data milik terduga pegawai BIN.

Akun hacker bernama Herlino menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara open source. Open Source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk diubah, di-upgrade, dan disebarluaskan publik. 

“Good bro, this is open source country,” ujar akun Herlino, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Kamis 8 September 2022.

“Lol open source country,” lanjut akun Cacascoot.

Melihat pemberitaan mengenai data pegawainya diduga bocor di internet, juru bicara BIN, Wawan Hari Putranto menegaskan bahwa berita itu adalah hoaks.

“Hoax itu mas, data BIN aman, terenkripsi, dan semua data pakai samaran. Jadi data BIN tidak bocor,” tutur Wawan Hari Putranto saat dihubungi.

Namun demikian, Wawan Hari Putranto menyatakan pihaknya masih meneliti lebih lanjut terkait isu kebocoran data milik agen intel BIN.

“Kita lihat nanti,” ucap Wawan Hari Putranto.

Dalam dua bulan terakhir kebocoran data menjadi salah satu topik hangat yang dibicarakan publik. Sebelumnya, data milik pengguna PLN dan Indihome juga mengalami hal serupa.

Lalu setelah itu, data kepunyaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Jasa Marga juga dinyatakan telah bocor.

Disisi lain, Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate menjelaskan bahwa soal kebocoran data milik warga negara Indonesia merupakan kewenangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kominfo menilai kasus kebocoran data bukanlah kewenangan lembaga yang dahulu bernama Departemen Penerangan ini.

“Terhadap semua serangan siber atas ruang digital kita menjadi domain teknis Badan Siber dan Sandi Negara. Semua pertanyaan tadi terkait serangan siber, kami tak bisa menjawab atas nama BSSN,” papar Johnny G Plate di depan Komisi I DPR.

“Terhadap semua serangan siber leading sector dan domain penting, tugas pokok, dan fungsi, bukan di Kominfo,” pungkas Johnny G Plate.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.