Hadapi Tahapan Pilkada di Tengah Covid-19, Bawaslu Sulsel Lakukan Konsolidasi

Rapat Konsolidasi Kesiapan Penegakan Hukum Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020 di Tengah Pandemi Covid 19 melalui video conference, Selasa 2 Juni 2020.

Terkini.id — Menghadapi tahapan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah situasi pandemi covid-19.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel melakukan konsolidasi kelembagaan Bawaslu beserta jajarannya.

Terutama pembahasan soal lembaga adhoc yang saat ini dinonaktifkan karena penundaan tahapan pemilihan, seperti panwascam dan Pengawas Kelurahan/Desa. Kedua adalah konsolidasi wawasan terutama soal aturan hukum pelaksanaan Pemilihan di tengah pandemic Covid 19.

“Bawaslu juga harus tetap menjaga jaringan terkait pengawasan partisipatif. Kedua adalah kita harus melakukan konsolidasi wawasan terutama mengenai penyatuan persepsi mengenai regulasi pelaksanaan pilkada di tengah pancemi Covid-19,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Sulsel, Laode Arumahi saat mengikuti “Rapat Konsolidasi Kesiapan Penegakan Hukum Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020 di Tengah Pandemi Covid 19” melalui video conference, Selasa 2 Juni 2020.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad menjelaskan, mengenai konsolidasi wawasan tersebut, ada dua hal yang harus diperhatikan.

Menarik untuk Anda:

Pertama adalah sisi kualitas demokrasi yang harus dikawal oleh Bawaslu beserta jajarannya. Kedua adalah bagaimana cara untuk tetap menjaga dan melindungi kesehatan para penyelenggara dan peserta pemilihan di tengah pandemi selama tahapoan berlangsung.

“Di satu sisi kualitas demokrasi yang harus dijaga, di lain sisi kita harus tetap menjaga kesehatan” tegas Saiful.

Selain soal kualitas demokrasi di tengah pandemi, secara teknis ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terutama mengenai penindakan pelanggaran.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf menyampaikan memberikan pertanyaan apakah regulasi yang ada saat ini sudah siap menghadapi pemilihan?. Atau apakah masih tetap membutuhkan regulasi tambahan di tengah pandemi ini?

“Dari kacamata hukum, terutama dalam menghadapi tahapan di tengah pandemi, kita harus memastikan apakah regulasi yang ada saat ini sudah siap atau belum? Dan juga apakah masih butuh regulasi tambahan? Saya kira ini perlu kita perhatikan dan bahas bersama” tegas Azry Yusuf.

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sulsel, Adnan Djamal, melengkapi bahan rapat dan diskusi dengan menyampaikan bahwa harus ada kepastian hukum mengenai pengawasan dan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid 19.

Kita harus mendiskusikan apakah protokol kesehatan yang dipakai dalam melaksanakan tahapan pemilihan juga masuk sebagai sasaran pengawasan atau tidak?

“Kita harus mendiskusikan apakah protokol kesehatan yang dipakai dalam melaksanakan tahapan pemilihan juga masuk sebagai sasaran pengawasan atau tidak? Ini penting dibahas agar tidak ada lagi polemik hukum nantinya, serta terciptanya kepastian hukum di tengah pandemi ini” tutup Adnan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Melinda Aksa Kampanyekan Appi-Rahman di Maccini Sombala

Suardi Saleh-Aska Memang Paling Paham Kondisi Barru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar