Terkini.id, Jakarta – Tepatnya hari ke-5, Senin 15 Februari 2021 kemarin menjadi kebanggaan para sineas daerah, film nasional berjudul “de Toeng-Misteri Ayunan Nenek”.
Film karya kedua Bayu Pamungkas ini mendapat kehormatan ditonton Menteri Koordinator bidang Pembangunan manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Prof.Dr.Muhadjir Effendy M.A.P di Senayan City XXI, Jakarta.
Selain itu, menurut data dari XXI, film ini sudah mencatat 13 Ribu penonton sejak tayang 11 Februari 2021 lalu.
“Berbaur bersama ratusan penonton lainnya, tentu protokol kesehatan yang ketat. Di studio 3 berjarak satu kursi dengan masker yang selalu terpasang, beliau sangat fokus nonton, ” ucap Bayu Pamungkas senang.
Turut hadir juga menonton talent, crew, film “De Toeng” bersama Ketua GPBSI, Djonni Syafruddin yang saat nobar menegaskan rasa terima kasih kepada pemerintah yang ikut mengajak publik ke bioskop bahwa menonton aman dan nyaman dengan prokes yang baik apalagi saat ada razia bioskop yang harus dihentikan karena mengakibatkan bioskop akan sepi berujung pada terhentinya saluran distribusi bagi perfilmanan nasional.
- Selain Dinas Perkimtan Gowa, Polisi Juga Usut Dugaan Korupsi Rehabilitasi Masjid Agung Syekh Yusuf
- Besok, DPRD Gowa Hadirkan Tiga Pakar Hukum Unhas untuk Menguji Objek Hak Angket
- Herman Kajang: Jangan Biarkan Nama Kajang Tercoreng oleh Ulah Segelintir Orang
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
Usai menonton, Menko PMK memberikan testimoni nya ketika panitia menggelar konferensi pers.
Menurutnya film de Toeng, judul nya sangat menarik, dengan konten etnografis dengan menonjolkan budaya lokal Jeneponto, Sulawesi Selatan, apalagi di Indonesia berwarna-warni budaya lokalnya.
Masih kata dia di film De Toeng trend global juga mengikutinya. Film ini sarat dengan pesan tradisi, akting pemainnya luar biasa.
“Saya hadir dan nonton karena de Toeng lebih dari horor tapi ini film tentang peristiwa budaya atau etnografi yang saya sukai sehingga tahu tentang nyanyian Royong (Nina Bobo versi Makassar) Passili sampai Barasanji. Saya suka akan akting dan peran Amin sebagai sosok difabel yg harus dihargai,”kesannya.
Film ini kata dia sangat layak untuk ditonton, sangat keren karena genre beda dan unik sehingga kami pemerintah sangat mendukung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
