Heran dengan Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air, Kapten Vincent: Bukan Karena Cuaca dan Umur Pesawat

Heran dengan Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air, Kapten Vincent: Bukan Karena Cuaca dan Umur Pesawat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pilot sekaligus Vlogger, Kapten Vincent Raditya merasa heran dengan penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. Pasalnya, ia menduga pesawat terjatuh bukan karena faktor cuaca dan umur pesawat.

Menurut Kapten Vincent, faktor cuaca diperkirakan sangat kecil untuk membuat Sriwijaya Air SJ182 tersebut jatuh.

Meskipun sebelum kejadian, kata Vincent, pesawat itu disebutkan sempat delay karena cuaca hujan ringan.

“Penerbangan kan terjadwal, ada schedulenya. Itu sudah bagian dari sehari-hari (Pilot). Jadi saya kira bukan itu penyebabnya,” kata Kapten Vincent, Senin 11 Januari 2020 dalam tayangan program Breaking Prime News.

Mengutip Hops.id, Kapten Vincent mengatakan pada umumnya untuk mengantisipasi faktor cuaca tiap pilot sudah membaca prediksi-prediksi terkait hal itu. Misal bagaimana kondisi cuaca yang dilalui termasuk potensi-potensi selama perjalanan.

Baca Juga

“Biasanya sudah ada prediksi, kita juga bisa lihat di mana sel-sel aktif (hujan). Kan kita punya radar untuk menghindarinya,” tuturnya.

Ia pun mengaku heran jika faktor cuaca disebut sebagai penyebab pesawat Sriwijaya Air itu jatuh. Pasalnya, kata Vincent, di saat yang sama sejumlah pesawat lain juga terbang ketika kejadian tersebut.

“Kalau faktor cuaca, kenapa pesawat lain fine-fine saja. Karena kan banyak di saat bersamaan juga terbang. Saya mungkin salah, tetapi sepengetahuan saya, cuaca bukan suatu hal (penyebab), kecuali masuk ke dalam sesuatu (cuaca) yang ekstrem,” ungkapnya.

Selain itu, Kapten Vincent juga menanggapi soal anggapan yang menyebutkan bahwa penyebab pesawat itu jatuh lantaran faktor usia pesawat.

Menurutnya, faktor usia pesawat tak bisa dijadikan tolak ukur pesawat Sriwijaya Air tersebut mudah jatuh.

“Memang tidak ada korelasi. Kalau untuk layak terbang itu kita selalu mengacu pada catatannya. Kalau manufaktur itu menyatakan layak untuk terbang, tidak ada alasan pesawat itu untuk ada di grounded, maka pesawat itu legal untuk terbang,” kata Kapten Vincent.

“Jadi enggak ada alasannya dengan pesawatnya umurnya tua. Layak terbang adalah mengacu pada dokumen yang itu isinya soal kerusakan pesawat. Selama di dalam itu, enggak ada masalah. Aman,” jelasnya.

Kendati merasa heran dengan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut, namun Kapten Vincent berharap masyarakat tak perlu khawatir dengan keselamatan penerbangan.

“Enggak perlu khawatir, regulator pasti menjaga keselamatan kita. Karena sebenarnya pesawat melewati screening yang ketat secara intens,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.