“Masyarakat jadi dipermudah, tidak mesti jauh-jauh,” tuturnya.
Sebagai informasi, Heru Budi Hartono telah mengumumkan akan merayakan idul fitri di Balai Kota.
Adapun alasan Heru Budi Hartono adalah karena pihaknya lebih memilih untuk beribadah di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta.
“Saya sih simpel-simpel aja di Balai Kota, karena dari hasil obrol-obrol kebanyakan minta di Balai Kota,” papar Heru Budi Hartono kepada wartawan.
Disisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional alias BRIN mengungkapkan bahwa akan terjadi perbedaan tanggal dalam Shalat Idul Fitri nanti.
Perbedaan ini dikarenakan soal kriteria yang dianut oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama alias NU berbeda.
“Penentuan awal bulan memerlukan kriteria agar bisa disepakati bersama. Rukyat memerlukan verifikasi kriteria untuk menghindari kemungkinan rukyat keliru,” sebut Peneliti BRIN Thomas Jamaluddin.
“Hisab tidak bisa menentukan masuknya awal bulan tanpa adanya kriteria, sehingga kriteria menjadi dasar pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat,” sambungnya.
BRIN memprediksi Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 22 April 2023, sedangkan 1 Syawal 1444 Hijriah akan terjadi pada 21 April 2023.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
