Terkini.id, Jakarta – Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa hujan meteor yang akan jatuh pada Minggu, 31 Juli di Indonesia tidak berbahaya.
“Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km,” katanya dikutip dari situs BRIN.
Melansir dari CNN Indonesia, Thomas menjelaskan hujan meteor sebenarnya telah terjadi sejak Jumat, 29 Juli. Ini merupakan serangkaian fenomena langit terkait dengan hujan meteor Delta-Aquariids dan Alpha-Capricornids.
Thomas mengatakan, terjadinya hujan meteor karena ketika meteor meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit, hal itu yang membuat tampak seperti bintang jatuh atau berpindah. Fenomena ini merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi.
Meteor ialah bebatuan atau debu antar planet yang memasuki atmosfer dan terbakar karena gesekan di atmosfer.
- Jangan Lewatkan Akan Terjadi Hujan Meteor Hingga 13 Agustus 2023, Begini Cara Melihat
- November Ini, Akan Ada Hujan Meteor Hingga Gerhana Bulan
- Jangan Lupa, Ada Hujan Meteor yang Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang 25 Oktober
- Jangan Ketinggalan, Berikut Fenomena Hujan Meteor yang Dapat Disaksikan dengan Mata Telanjang
Dijelaskan bahwa hujan meteor tahun ini disebabkan oleh debu komet yang mendekati bumi. Delta Aquariids berasal dari debu komet 96P/Machholz, serta Alpha Capricornids yang berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT berpapasan dengan bumi.
“Debu-debu komet yang berukuran kecil-kecil memasuki atmosfer bumi lalu terbakar menampakkan seperti bintang jatuh. Walau jumlah meteornya sedikit, kadang-kadang hujan meteor ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar,” ungkapnya.
Pasalnya, kehadiran hujan meteor ini memberikan kesan keindahan di langit. Thomas juga memberikan cara yang baik untuk menikmati pemandangan langit disaat fenomena itu terjadi.
Thomas menjelaskan untuk melihat Delta Aquariids dapat diamati pada Jumat, 29 Juli dan Sabtu, 30 Juli mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur.
Untuk melihat hujan meteor Alpha Capricornids pada Sabtu, 30 Juli hingga Minggu, 31 Juli mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur.
“Namun, waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit,” jelasnya.
Tambahnya, untuk melihat meteor lebih baik tanpa menggunakan alat, karena melihatnya secara langsung dengan mata lebih baik karena mata merupakan medan yang paling luas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
