Terkini – Air radiator atau coolant memang sering luput dari perhatian, padahal perannya penting sekali dalam menjaga suhu mesin tetap stabil.
Cairan ini akan menyerap panas dari mesin supaya tidak overheat dan performa kendaraan tetap optimal, apalagi jika kamu sering menempuh perjalanan jauh.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu kapan waktu terbaik untuk mengganti air radiator dan bagaimana cara melakukannya dengan aman.
Padahal, penggantian yang tepat waktu bisa memperpanjang usia mesin dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Nah, agar tidak salah langkah, yuk intip informasi detail yang dilansir dari Astra Motor, sebagai berikut.
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto Pastikan Ulat di Menu MBG Viral Bukan dari SPPG Batang 1
- Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial Harmonis dan Produktif
- Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
- HUT ke-102 PDAM Makassar, Appi Tekankan Pelayanan Berkualitas dan Ketahanan Hadapi Kemarau
Waktu yang Tepat untuk Mengganti Air Radiator
Setiap kendaraan punya kebutuhan berbeda, tapi umumnya ada beberapa tanda yang bisa jadi pengingat untuk segera mengganti air radiator, yaitu:
1. Setelah Perjalanan 8.000 – 24.000 km
Jarak tempuh adalah indikator paling umum dalam menentukan waktu ganti air radiator. Idealnya, penggantian dilakukan setiap 8.000 km sampai 24.000 km tergantung tipe dan intensitas penggunaan kendaraan.
Tapi jika kendaraan kamu sering dipakai harian dan kerap melewati kemacetan, air radiator biasanya akan lebih cepat kotor dan harus diganti lebih awal.
2. Terjadi Perubahan Drastis pada Air Radiator
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
