“Bermain di kandang memang memberi keuntungan besar, apalagi dengan dukungan penuh dari suporter. Tapi, kami harus menemukan cara agar tetap kuat saat berlaga di luar kandang,” ujar Tavares.
Ia mengakui situasi ini bukanlah perkara mudah, terutama di kompetisi seketat Liga 1. Dengan atmosfer yang berbeda di setiap stadion, tantangan menjadi berlipat, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci.
Saat ini, PSM berada di posisi keenam klasemen sementara dengan torehan 17 poin. Harapan untuk memperbaiki posisi dan mempersempit jarak dengan pemuncak klasemen terbuka lebar, terutama saat mereka akan menghadapi Semen Padang di Stadion Batakan, Balikpapan, pada 21 Oktober 2024.
Laga kandang ini menjadi ujian sekaligus peluang emas bagi PSM untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di papan atas, sekaligus menghapus stigma sebagai tim yang kurang tajam.
Bagi Tavares dan anak asuhnya, perjalanan panjang di Liga 1 ini masih jauh dari kata usai. Dalam dunia sepak bola yang penuh kejutan, sebuah tim besar seperti PSM tentu tak boleh lengah.
- Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
Ketajaman di lini depan, akurasi dalam penyelesaian akhir, dan konsistensi performa akan menjadi kunci bagi Juku Eja untuk mewujudkan ambisi besar mereka musim ini: mengangkat kembali kejayaan di kancah sepak bola Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
