Terkini, Makassar – Dunia perfilman Indonesia kembali dikejutkan dengan hadirnya film berjudul “Janda”, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Agustus 2024.
Disutradarai oleh Syahrir Arsyad Dini atau Rere Art2tonic, film ini menantang pandangan sosial tentang status seorang janda di tengah masyarakat.
Didukung oleh para pemain berbakat seperti Arlita Reggiana, Amanda Putri, Eva Udin, Daeng Mamat, Ria Raihana, Andi Wani dan beberapa selebgram Makassar, film ini berusaha menggambarkan kehidupan nyata yang sering kali diabaikan.
Alasan Kontroversial di Balik Judul “Janda”
Rere Art2tonic, yang juga bertindak sebagai penulis skenario, mengungkapkan bahwa ide untuk mengangkat tema janda muncul dari keinginannya untuk menyoroti sebuah realitas sosial yang jarang dibicarakan.
“Kenapa mengangkat soal janda? Karena selama ini tidak ada orang yang ingin mengangkat status kontroversial ini, padahal sering kita temui dalam keseharian. Laki-laki sering bermasalah dengan janda, dan stigma negatif ini mengakar kuat di masyarakat,” jelas Rere kepada terkini.id.
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
- Polres Jeneponto Kirim SPDP Kasus Penganiayaan di Bungung Lompoa, Pelaku Sudah Ditahan
- Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
Untuk memberikan kedalaman pada filmnya, Rere melakukan riset mendalam selama enam bulan, termasuk survei terhadap empat janda.
Penelitian ini menjadi dasar bagi pengembangan naskah, yang menggambarkan bagaimana janda berjuang menghadapi tekanan sosial, mengelola ekonomi, dan menjaga hubungan dengan Tuhan di tengah stigma yang menekan.
Proses Produksi di Pedalaman Gowa
Proses produksi film ini tidak tanpa tantangan. Rere memilih Desa Bolaromang, Kabupaten Gowa, sebagai lokasi syuting karena pemandangannya yang indah.
Namun, lokasi yang berada di puncak gunung dengan akses jalan sempit dan sulit dijangkau, membuat tim produksi harus mengatasi berbagai kesulitan, termasuk harus menggunakan mobil pengangkut sapi untuk mencapai lokasi syuting.
Selain itu, kendala bahasa juga menjadi tantangan tersendiri. Film ini menggunakan bahasa Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk bioskop di Jawa, para aktor yang terbiasa dengan logat Makassar harus bekerja keras mendalami bahasa Indonesia untuk adegan tertentu.
Tantangan Pemeran Utama
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
