Masuk

Jelang Muktamar NU, Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul Sarankan Digelar Secara Daring

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Virus corona belum lah berakhir. Upaya pemerintah mengencarkan vaksinasi dan pengendalian mobilitas masyarakat berdampak positif pada penurunan angka penularan Covid-19. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat diimbau untuk membiasakan diri dengan praktik kebiasaan baru, salah satunya membatasi mobilitas dan kegiatan masyarakat.

Ade Heryana, Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul mengingatkan, ancaman penularan masih tetap ada meskipun kasus sudah menurun. Bahkan, WHO telah memberi peringatan terhadap kemungkinan penularan varian baru seperi Mu. 

“Seharusnya seluruh komponen masyarakat menahan euforia untuk berkumpul atau berkegiatan dalam jumlah besar,” Katanya.

Baca Juga: Said Aqil Diisukan Jadi Calon Ketua Lagi, Anshor Sebut Regenerasi Adalah Kebutuhan Zaman

“Kalau ada kegiatan yang harus dijalankan karena adanya tuntutan atau amanah organisasi sebaiknya dilakukan secara hati-hati dengan mengurangi kerumunan dan menerapkan protokol 3M,”  sambungnya saat dihubungi, Sabtu 25 Oktober 2021.

Seperti diketahui, Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) mendukung Pengurus Besar Nahdlatul Nahdlatul Ulamat (PBNU) untuk menggelar Muktamar ke-34 NU pada tahun 2021. Alasannya karena muktamar penting untuk segera dilaksanakan setelah tertunda hampir satu tahun akibat pandemi Covid-19.

Ade menyarankan, alangkah baiknya acara yang menyebabkan kerumunan seperti rencana Muktamar sebaiknya dapat dihindari.

Baca Juga: Soal UAS dan HNW Jadi Ketum PBNU, Taufik Damas: Sampai Hujan Berkelir pun Tak Akan Terjadi!

“Baiknya Muktamar tersebut dapat diselenggarakan secara daring,” sarannya, dilansir, Sabtu 25 September 2021, dari khazanah.

“Semoga aktivitas NU juga tetap konsisten dan selaras dengan strategi pemerintah dalam penanganan Covid yaitu pembatasan mobilitas dan kegiatan masyarakat. Sehingga umat bisa mencontoh adaptasi kegiatan yang digagas NU selama pandemi,” tambahnya.