Masuk

Jika Terbukti, Dua Oknum Anggota Polres Gowa yang Terlibat Narkotika Terancam Dipecat

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Dua oknum anggota Polres Gowa yang kedapatan membawa diduga narkotika jenis sabu terancam dipecat, mengingat saat sekarang ini Polri sedang gencar memerangi kasus narkotika yang masih marak.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan saat dikonfirmasi juga menyampaikan hal yang sama. Kata dia, segala tindakan melawan hukum yang dilakukan anggota Polres Gowa akan ditindak tegas. Apalagi jika kasus itu berkaitan dengan narkotika.

“Polres (Gowa) juga sama, sesuai perintah Kapolri. Kemarin Divisi Propam sudah datang mengingatkan, tidak ada toleransi terhadap anggota yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Yang pasti pimpinan (Kapolres) itu tidak memberikan toleransi, dan aka dilakukan tindakan tegas,” kata Tambunan pada terkini.id, Senin 4 Oktober 2021.

Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Todongkan Pistol ke Santri Ponpes Imam Az-Zuhri Samata Gowa

Namun untuk saat ini kata Tambunan, proses hukum pidananya masih sedang berjalan di Polrestabes Makassar. Untuk itu, pihaknya dalam hal ini Propam Polres Gowa belum memeriksa kedua oknum yang bersangkuatan.

“Karena masih ada penanganan pidananya disana (Polrestabes Makassar), nanti kalau diserahkan, proses untuk penegakan hukum di kalangan Anggota Propam Polres (Gowa), nanti. Inikan anggota Polres Gowa,” ujarnya.

“Saya belum koordinasi. Nanti saya koordinasikan dulu dengan Propam terkait itu. Nanti diserahkan baru diperiksa,” tambahnya.

Baca Juga: Terciduk! 8 Orang Pelaku Penyerang Warung Kopi di Makassar ditangkap Polisi

Terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus yang melibatkan anggota Polisi itu. Dimana saat ini telah melakukan penahanan terhadap dua orang oknum inisial JS dan AH, termasuk satu orang terduga bandarnya inisial H.

Kedua oknum anggota Polres Gowa itu disebut patungan untuk membeli barang haram tersebut dengan harga Rp2 juta. 

“Dia baru beli dan akan menggunakan. Dia (JS dan AH) patungan beli sabu dengan harga Rp2 juta,” kata Yudi via telepon.

Saat JS dan AH diamankan, bandar inisial H disebut langsung turut diamankan dan digelandang ke Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Pelaku Penyerangan Warkop di Makassar Masih di Bawah Umur

Meski tidak ditemukan barang bukti pada H, namun dari keterangannya kedua oknum Polisi itu, telah dua kali melakukan transaksi sabu dengannya.

“H warga sekitar situ (Kerung-kerung). Pada saat ditangkap, kedua (JS dan AH) ini mengakui bahwa membeli dari inisial H, disitulah kami geledah (H), memang tidak ada brang (sabu) tapi atas pengakuannya mengatakan dua orang ini sudah pernah beli disitu, bukan sekali ini saja. Yang pasti bukan satu kali dia beli,” terangnya.

Yudi pun menepis isu yang mengatakan jika kedua oknum Polisi itu sudah diserahkan pada Polres Gowa untuk menjalani pemeriksaan etik.

“Ada yang bilang sudah di Polres Gowa, kapan diberikan ke Polres Gowa, ini pidana. Tapi kalau anggotanya (etik) tanyakan di Provos atau Polres Gowa, karena ini Polisi prosesnya ada dua, satu pidana hukum satu kode etik atau disiplin. Kami amankan, kami belum tetapkan menjadi tersangka, kami tunggu labfor dulu,” tegasnya.

Termasuk untuk penerapan pasal, kata Yudi masih menunggu hasil labfor. Dimana diperkirakan hasilnya baru akan keluar pada Rabu mendatang.

“Pasal 112, 114 kalau saya baca sekilas laporannya, bahwa itu sabu untuk dikonsumsi, kita nanti buktikan nanti. Bisa (rehab) tapi perkaranya lanjut,” ujarnya.

Dalam pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dikutip dari CNN telah mengeluarkan maklumat pada bawahannya untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat kasus narkoba.

“Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba, kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa dibina, ya sudah binasakan saja, yang begitu-begitu segera selesaikan,” kata Listyo.