Terkini.id Bantaeng, Miris, Kekeringan ‘masih’ mengintai di penghujung tahun.
Nampak sawah sawah penduduk di salah satu kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan , tepatnya di Pa’jukukang wilayah Parumputan kelihatan mengalami kekeringan.
Tanah yang retak retak pada areal persawahan, seolah menandakan terik dan tingginya suhu panas saat ini. teringat masa lalu , biasanya hujan telah mengguyur sedemikian hebat di wilayah Kabupaten Bantaeng, Terlebih lagi jika bulan Desember telah tiba.
Namun, sepertinya ditahun 2019 ini , mentari bulan Desember ini masih garang melepaskan hawa panasnya yang terik menyengat.
Uniknya, para hewan piaraan seperti sapi dan kuda hingga kambing pun sepertinya enggan beraktifitas di siang hari , mungkin lantaran tingginya suhu panas kali ini, dan untuk mengakali panasnya terik disiang hari, biasanya para warga sekitar melepaskan ternaknya pada malam hari, namun tentunya dengan pengawasan sang pemilik ternak.
- Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi
- Sindir Husniah, Pengacara Khaerul Aco Sebut Preseden Buruk Jika Pejabat Publik Lakukan Manipulasi Data
- TP PKK Perkuat Kelembagaan, Kukuhkan Pengurus Koperasi PKK Jeneponto Bahagia
- Kalla Toyota Bukukan Penjualan Rp12,55 Miliar, Minat Mobil Hybrid Makin Tinggi
- Siapkan 8 Pilot Kapal Ahli di Indonesia Timur, PJM Gandeng TNI AL dalam Pendidikan Pandu Tingkat II
Saat ini nampaknya cuaca semakin berubah, perubahan Iklim sepertinya menampakkan wujudnya. musim kemarau sekarang lebih garang dibandingkan tahun tahun sebelumnya.
Teringat suatu Sinema layar lebar berjudul Sontoloyo, sebuah film yang pernah diputar di stasiun televisi swasta sekitar tahun 2018 yang lalu.
Sinopsis film ini Berkisah tentang cerita kekeringan dan susahnya mendapatkan air bersih, pada suatu desa dimana yang namanya air menjadi sedemikian berharganya.
Namun suatu ketika, disaat ada seorang warga meninggal saat musim kemarau panjang melanda. Persediaan air juga semakin menipis, untuk minum pun sulit, bagaimana untuk memandikan dan mensucikan jenazah ?
Terpaksa, warga harus menunggu bala bantuan pemerintah. Beberapa warga juga diminta untuk mengumpulkan air melalui jerigen atau ember dari setiap kepala rumah tangga untuk keperluan memandikan jenazah, Hingga ada salah satu warga yang keras kepala yang menganggap janji bala bantuan air dengan mengkaitkan pada pemilu.
Namun, ada pemuka masyarakat setempat yang mengatakan, ini bukan soal Pemilu atau Pilkada, Sontoloyo !
Nampaknya Iklim bumi mulai berubah, seiring dengan pemanasan global yang semakin mendera, dan berujung pada siklus pergeseran bulan musim penghujan dan lagi lagi kembali pada urusan tentang air.
Jika air begitu berharga , sudah saatnya kita melakukan penghematan air mulai dari sekarang. jika memungkinkan pergunakanlah air secara bijak.
Jangan sampai jika banjir melanda air yang dituding biang kerok , namun jika kekeringan datang mendera kembali , lagi lagi sosok air yang dicari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
