Terkini.di, Papua – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah dan menciptakan teror di masyarakat. KKB melakukan penambakan kepada warga sipil dan juga mengancam Bupati Intan Jaya.
Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah melakukan kontak tembak dengan KKB Papua di Titigi, Kabupaten Intan Jaya pada Jumat, 22 Januari 2021.
Dalam kontak tembak tersebut, seorang Prajurit TNI bernama Pratu Roy Vebrianto gugur.
Pratu Roy tertembak di dada sebelah kanan.
Lalu, pada Kamis pagi, 4 Februari 2021 lalu, TNI kembali melakukan kontak tembak dengan KKB.
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
- Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Dukung Generasi Muda Indonesia dan Berdaya
- Dian Ayu Pratiwi Satria, Hadir di Tengah Warga Kalimporo, Reses Jadi Jembatan Aspirasi Nyata
- Lion Group Hadirkan Promo Cashback hingga Umrah lewat Event BookCabin Travel Fair
- Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Kontak tembak ini juga terjadi di Titigi.
“Kontak tembak terjadi di Hipadipa, Kamis pagi antara anggota Yonif 400/BR di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua, menewaskan satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB),” jelas Iwan Setiawan dilansir dari INews.id.
Ancam Bupati Intan Jaya
KKB Papua terus melancarkan aksinya untuk menciptakan ketakutan dalam masyarakat Intan Jaya.
Natalis Tabuni, Bupati Intan Jaya mengaku bahwa ia terpaksa harus sering keluar daerah karena diancam KKB.
Ia kahwatir akan menjadi tagert jika berada lama di Intan Jaya.
Ancaman kepada Bupati Intan Jaya itu diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw.
“Memang benar Bupati Intan Jaya sempat mengaku khawatir bila lama di wilayahnya karena ancaman KKB,” kata Waterpauw di Jayapura, Senin, 9 Februari 2021 dilansir dari CNN.com.
Menurut Waterpauw, pengakuan Natalis Tabuni bisa dipahami karena yang bersangkutan yang merasakan langsung serta memahami situasi di Intan Jaya.
Waterpauw juga menerangkan bahwa Bupati Intan Jaya senantiasa kooperatif dengan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya agar situasi aman kembali bisa diciptakan di Intan Jaya.
“Saya sudah meminta kepada Bupati Tabuni agar senantiasa melakukan koordinasi dengan para pihak sehingga tercipta situasi keamanan yang kondusif,” ungkap Waterpauw dilansir dari CNN.com.
KKB menembak warga sipil
KKB bukan hanya menebar ancaman namun juga melakukan aksi kekerasan fisik secara langsung
Pada Senin petang, 8 Februari 2021, KKB menembak warga sipil di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
Diketahui warga sipil tersebut bernama Ramli NR (32).
Berdasarkan keterangan dari Ahmad Musthofa, Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal, korban penembakan tersebut selamat dan kondisinya telah stabil.
Dilansir dari Kompas.com, modus yang dilakukan KKB saat beraksi pada pukul 17.30 WIT itu adalah dengan berpura-pura berjualan minyak tanah.
Salah satu anggota KKB datang dari arah jalan belakang rumah korban di Jalan Bilogai Kampung.
Pelaku lalu mendatangi korban dan menyampaikan bahwa ingin menjual minyak tanah.
Korban lantas memanggil istrinya, M (26).
Saat istri korban hendak membalikkan badan untuk mengambil jeriken, pelaku pun menembak Ramli dengan senjata laras pendek kemudian langsung melarikan diri.
Istri korban segera berteriak meminta pertolongan sehingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi panik dan berlarian.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sugapa oleh salah tetangga korban berinisial L (45).
Pukul 17.50 WIT, personel gabungan langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Bilogai untuk mendapat pertolongan medis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
