Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta meminta agar umat Islam bersiap melawan segala bentuk potensi bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).
Hal itu disampaikan Ketua MUI DKI Munahar Muchtar menanggapi soal pembahasan Rancangan Undang-undang RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Menurut Munahar, RUU HIP berpotensi membuat komunis bangkit di Indonesia.
“Tidak ada hak komunis hidup di negara kita, siap berjuang, siap melawan PKI, siap melawan antek PKI, siap melawan kezoliman,” tegas Munahar, Minggu, 5 Juli 2020 seperti dikutip dari suaracom.
Maka dari itu, pihaknya meminta agar pembahasan RUU HIP tidak dilanjutkan dan segera dibatalkan.
- DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
- Milad ke-63, Unismuh Makassar Mantapkan Langkah Menuju 1.000 Kampus Terbaik Dunia
- Nyaman, Aman, dan Praktis, Hyundai New CRETA Jawab Kebutuhan Mobilitas Urban di Makassar
Adapun jika tidak, maka MUI DKI menyampaikan sebanyak 80 persen umat Islam akan turun ke jalan.
Sebelumnya, kata Munahar, MUI di tingkat nasional sudah mengeluarkan maklumat bahaya laten tentang komunis.
“Pimpinan MUI, baik Provinsi DKI Jakarta pimpinan seluruh Indonesia, yang memang kita sudah keluarkan maklumat bahaya laten komunis,” ujarnya.
Oleh karena itu, MUI DKI sudah meminta agar RUU HIP dibatalkan dan tak lagi dibahas.
Namun, jika masih dilanjutkan, maka pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes.
Tidak tanggung-tanggung, menurut Munahar jumlah massa yang akan diturunkan yakni 80 persen dari umat islam.
Namun, ia tak menyebutkan umat islam di mana yang dia maksud.
“Kita akan melaksanakan besar-besaran, 80 persen umat islam akan turun. Kalau ini terjadi akan terjadi 212 jilid 2 bahkan lebih besar,” ujar Munahar.
Menurutnya, membela Pancasila dari komunis sudah dilakukan oleh para pahlawan sejak dulu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
