Terkini.id, Jakarta – Warga NTT mengaku andalkan media sosial sebagai satu-satunya jalan agar pemerintah pusat turun tangan “melihat mereka”, terlebih karena Kepala BPBD bahkan telah mengaku menyerah.
Seperti yang kita tahu, bencana hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejak Sabtu, 3 April 2021, mengakibatkan sejumlah titik terendam air dan ratusan rumah warga rusak.
Kepala BPBD Kota Kupang, Jemmi Didok, menyatakan telah meminta penetapan status tanggap darurat.
Adapun permintaan penetapan status tanggap darurat, menurut Jemmi, karena BPBD Kota Kupang sudah menyerah alias tak lagi sanggup menangani banyaknya korban terdampak hujan dan angin kencang dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Jemmi, keterbatasan personel dan anggaran juga menjadi salah satu penyebab pihaknya meminta status tanggap darurat.
“Saya minta penetapan tanggap darurat karena dari BPBD sendiri sudah tidak mampu menangani kasus yang terjadi dua hari ini”, jelas Jemmi, sebagaimana dikutip terkini.id dari CNN Indonesia pada Senin, 5 April 2021.
Untuk saat ini, Jemmi mengaku bahwa BPBD Kota Kupang belum bisa merinci berapa banyak korban terdampak.
Alasannnya, yaitu karena laporan mengenai warga terdampak bencana masih terus mengalir.
“Tapi sudah ratusan (warga terdampak) dalam dua hari ini. Dan data terus masuk ke kami (BPBD) sehingga selalu naik setiap saat laporannya”, sambung Jemmi.
Terkait bantuan, stok hanya terbatas pada makanan berupa mie instan dan beberapa makanan cepat saji lain.
Itu pun belum bisa disalurkan karena BPBD juga masih disibukkan dengan banyak pohon tumbang di jalan-jalan protokol di Kota Kupang.
Terkait hal tersebut, banyak warga NTT yang “bersuara” lewat media sosial, salah satunya ada akun @NLawoo.
Ia mengaku aktif di media sosial karena itu merupakan jalan satu-satunya agar pemerintah “melihat” mereka.
“Kenapa kami aktif sekali di sosial media? Krna hnya ini caranya Pemerintah Pusat melihat kami,” tutur akun tersebut, dikutip terkini.id pada Senin, 5 April 2021.
“Ini sudah masuk hari ke-4 kami menderita, tapi blm ada status darurat bencana. Kepala BPBD kami bahkan menyerah, maka sosial media menjadi jalan satu2nya. #prayforNTT,” lanjutnya.
Netizen tersebut juga menginformasikan kondisi terkini para warga NTT di tengah musibah yang menimpa mereka.
“Terima kasih utk teman2 semua dan maaf kami slow respon. Listrik masih padam disini sejak semalam, sinyal hilang muncul,” tuturnya.
“Kondisi dsni kami baik2 saja, banyak rumah yg hancur tapi kami berjuang sndri bgtu badai mulai reda pukul 10 pagi tadi.”
Netizen asal NTT itu lantas menutup cuitannya dengan meminta doa dari para netizen-netizen lainnya.
“Kami titip doanya saja utk kami,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
