“Meminta Kejari jeneponto untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada Direktur, dewan pengawas PDAM Jeneponto serta jajarannya,” jelas Jatong.

Sementara salah seorang warga Tamanroya, Pupung dalam orasinya menegaskan, masyarakat Kelurahan Tamanroya sangat kesulitan air bersih.
“Air PDAM yang mengalir kerumah warga sangat kecil, itu pun tengah malam baru ada mengalir dan bahkan airnya keruh,” tegas Pupung.
Untuk itu, Pupung mendesak pihak PDAM Jeneponto untuk segera melakukan penanganan agar air bisa lancar mengalir dan layak untuk di konsumsi.
“Jika tidak mampu mengerahkan anggotanya untuk melakukan penanganan, maka Direktur PDAM Jeneponto legowo untuk mundur dari jabatannya,” tegas Pupung.
Pupung menegaskan hal tersebut, lantaran kejadian tersebut sudah terjadi selama sebulan terakhir.
“Air PDAM sudah lebih 1 bulan tidak lancar dan keruh, warga Tamanraya menjadi pelanggan PDAM karena butuh air bersih, bukan butuh air keruh,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak PDAM yang enggan disebutkan namanya, mengaku saat di konfrmasi, pihak PDAM gencar melakukan perbaikan terhadap jaringan-jaringan pipa yang rusak.
“Kami sudah berupaya untuk melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Itu merupakan bentuk keseriusan PDAM dalam melayani kebutuhan air warga Tamanroya,” ujarnya.
Usai berorasi di depan Kantor PDAM, massa melanjutkan aksinya di depan kantor Bupati di jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
