Kilang Minyak Indramayu Kebakaran, Begini Tanggapan Ahok dan Para Petinggi Pertamina

Kilang Minyak Indramayu Kebakaran, Begini Tanggapan Ahok dan Para Petinggi Pertamina

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kilang minyak PT Pertamina (Persero) yang terletak di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kebakaran pada Senin dini hari tadi, 29 Maret 2021.

Diketahui sebanyak 912 jiwa yang diungsikan atas peristiwa nahas tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Berbicara mengenai Pertamina, tentunya banyak dari kita yang bertanya-tanya di manakah gerangan sosok Ahok berada.

Hal itu tentu saja karena Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Namun, sayangnya, Ahok justru belum bisa memberi informasi lebih lanjut terkait seberapa besar dampak kerugian yang akan ditanggung perusahaan minyak raksasa nasional itu usai kejadian kebakaran.

Baca Juga

Ahok dengan singkat hanya meminta untuk menanyakan langsung hal tersebut ke Direktur Utama Pertamina, yakni Nicke Widyawati.

“Bisa tanya Dirut,” jawab Ahok singkat ketika ditanya pada Senin ini, dikutip terkini.id dari Totabuan.news.

Diketahui, Nicke telah menjelaskan bahwa insiden kebakaran itu terjadi di tangki T301 di Kilang Balongan.

Namun, menurutnya, kebakaran tidak terjadi di area produksi, melainkan hanya tangki penyimpanan minyak.

Untuk itu, ia mengklaim operasional kilang ke depan tidak akan terganggu.

Hanya saja, produksi memang akan terhenti dengan asumsi sekitar 4-5 hari ke depan.

Atas kejadian ini, BUMN itu langsung melakukan normal shut down alias pemutusan operasi kilang.

“Agar arus minyak berhenti dan mencegah perluasan kebakaran,” jelasnya.

Sedangkan Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, yakni Mulyono, menegaskan bahwasanya stok BBM nasional tetap aman seusai kebakaran yang terjadi di kilang Balongan, Indramayu.

Ia memaparkan bahwa stok bensin (gasoline) tercatat ada 10,5 juta barel dan diperkirakan cukup untuk 27-28 hari ke depan.

“Jadi, tidak ada masalah untuk gasoline karena permintaan 390 Mb atau 62,5 ribu kiloliter,” terang Mulyono.

Sementara itu, untuk stok Solar tersedia 8,8 juta barel atau cukup untuk 20 hari ke depan.

Lalu Avtur masih tersedia 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari konsumsi.

“Jadi, sekali lagi, tidak perlu panik. Stok sangat banyak. Sangat berluber. Ini karena kondisi belum normal, jadi konsumsi belum banyak,” pungkas Mulyono.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.