Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengomentari terkait penangkapan Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur oleh Bareskrim Polri lantaran pernyataannya yang dinilai menghina Nadhlatul Ulama (NU).
Dalam komentarnya, Ngabalin mengingatkan Gus Nur agar tak sembarangan berbicara.
“SUGI selamat datang di Hotel Prodeo. Mulutmu adalah harimau kau, tahukah kau wahai Sugi semua orang memberi apresiasi pada BARESKRIM POLRI kita,” kata Ali Mochtar Ngabalin lewat akun Instagram miliknya, ngabalin, Minggu 25 Oktober 2020.
Dalam unggahannya, ia juga mendoakan agar Refly Harun juga ikut ditangkap.
Diketahui, Refly Harun juga ada dalam video saat Gus Nur melontarkan pernyataan yang dinilai menghina NU.
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- Scoopy Night Culture Asmo Sulsel Meriah, 300 Pengguna Honda Scoopy Ikuti Night Ride Makassar-Maros
- Pemkot Makassar Buka Unit Pelayanan Baru untuk Permudah Urusan Administrasi Warga
- Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Bupati Jeneponto Pimpin Rapat Koordinasi Kesehatan Jiwa Masyarakat
- PT Vale Buka Suara Terkait CSR Pengadaan Ambulance di Lutim, Perseroan Ikut Terdampak
“Kami jg mendoakan agar sahabatmu waloni&refly bisa nyusul kau. biar klian tahu inilah DEMOKRASI, PANCASILA azas Negeri ini,” ujar Ngabalin.
“Sugi semoga kau cepat siuman yang lain berhentilah kalian menghujat dan mencaci maki, mengkafir-kafirkan orang lain,” sambungnya.
Ia pun meminta semua pihak berhenti menyebarkan ujaran kebencian lantaran masyarakat Indonesia menginginkan hidup damai dan rukun.
“Kita mau rukun dan damai hidup di negeri ini semua komunitas rukun dan damai Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu serta Aliran Kepercayaan semuanya memiliki NKRI dengan hak dan kedudukan yang sama – berhentilah klian menyebarkan kebencian,” ujar Ali Mochtar Ngabalin.
Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah menetapkan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap NU.
Gus Nur dilaporkan Aliansi Santri Jember (ASJ) didampingi GP Ansor dan Banser ke Polres Jember lantaran pernyataannya di kanal YouTube Refly Harun yang mengaitkan Nadhlatul Ulama (NU) dan PKI.
Pihak pelapor menilai pernyataan Gus Nur tersebut merupakan penghinaan dan telah mencemarkan nama baik NU.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
