Terkini.id, Jakarta – China mengabarkan korban meninggal akibat wabah virus corona yang terjadi sejak Desember 2019 mencapai 212 orang.
Angka tersebut diumumkan beberapa jam setelah Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengumumkan patogen dengan kode 2019-nCov itu sebagai darurat global.
Jumlah korban meninggal virus corona yang mencapai 212 orang menunjukkan laporan kematian terus mengalami peningkatan secara cepat.
Padahal sebagaimana dilansir AFP Jumat 31 Januari 2020, otoritas China melakukan berbagai pendekatan untuk menekan penyebaranya di Hubei.
Pada Kamis (30/1/2020), Beijing mengumumkan bahwa terdapat 38 kematian, di mana 37 orang di antaranya tercatat di Hubei.
- Astra Motor Sulsel Siap Berlaga di KLHN 2026 dengan Tim Terbaik
- Kalla Toyota Luncurkan KIDDO, Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Anak dan Keluarga
- Donor Darah PLN UID Sulselrabar Bersama UPT Transfusi Darah Sulsel Mendapat Antusiasme Tinggi Pendonor
- Loving Monday at KALLA Perkuat Kolaborasi dan Sportivitas Insan Kalla
- Ratusan Murid Ranu Harapan Islamic School Berhasil Hafal Alqur'an dan Bakal Diwisuda di Claro
Pemerintah Hubei pada Jumat juga menyatakan terdapat 1.220 kasus baru, yang membuat jumlah penderita menembus angka sekitar 7.700.
Awalnya, WHO tidak mengumumkan status darurat. Namun, pandangan mereka berubah setelah melangsungkan pertemuan di Beijing.
“Kita harus bertindak bersama untuk membatasi penyebarannya. Kita bisa menghentikannya jika melakukannya bersama,” kata Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros menyatakan, larangan bepergian atau berdagang ke China tidak terlalu berarti karena kini sudah ada 98 kasus yang menjangkiti 18 negara.
Sejumlah negara sudah melarang warganya untuk pergi ke China, atau membendung pendatang dari Wuhan, kota tempat virus corona pertama kali dilaporkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
