Lembata NTT Kembali Dilanda Bencana, Gunung Ile Ape Erupsi di Saat Proses Evakuasi Korban Banjir dan Longsor

Lembata NTT Kembali Dilanda Bencana, Gunung Ile Ape Erupsi di Saat Proses Evakuasi Korban Banjir dan Longsor

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Sementara di Desa Waimatan total sudah 18 korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. Delapan lainnya berstatus dalam pencarian.

Adapun, sebagian besar korban yang berhasil dievakuasi diduga tewas tertimbun material bebatuan alam besar dari Gunung Ile Ape saat tengah tertidur di rumahnya.

Mengingat, peristiwa banjir bandang dan longsor yang diakibatkan badai siklon tropis seroja itu terjadi di waktu dini hari.

Berharap Direlokasi

Warga Desa Waimatan telah lama berharap kepada pemerintah daerah untuk dapat segera direlokasi.

Sebab, mereka tidak ingin melulu dihantui dengan perasaan takut akan terjadi bencana.

Mengutip suaracom, jaringan terkini.id, Kepala Desa Waimatan, Mus mengatakan bahwa wilayahnya berada di titik potensi bencana. 

Mengingat letak Desa Waimatan berada di antara kaki Gunung Ile Ape dan Laut Flores.

“Kami berharap pemerintah jangan pulangkan kami di tempat yang sama di Desa Waimatan ini lagi,” kata Mus di tengah proses evakuasi korban di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat kemarin.

Warga Desa Waimatan tercatat beberapa kali mengungsi akibat bencana. 

Pada tahun 2012 seluruh warga mengungsi ke Kota Lewoleba akibat bencana gempa dan erupsi Gunung Ile Ape.

“Kita tiga desa ini menjadi imbas, sehingga kita wanti-wanti. Sampai akhirnya di 2017 terjadi bencana gempa yang sangat luar biasa lagi, kita semua kembali diungsikan ke Lewoleba,” beber Mus.

Sejak itu, Mus melakukan upaya negosiasi kepada warganya untuk mau direlokasi. Warga akhirnya berkomitmen untuk menerima direlokasi.

“Kita juga sudah ajukan ke pemerintah kabupaten,” ungkap Mus.

Kendati begitu, permohonan relokasi warga Desa Waimatan tak kunjung direalisasikan oleh pemerintah kabupaten. 

Sampai pada akhirnya mereka kembali tertimpa bencana erupsi Gunung Ile Ape pada November 2020.

“Tahun 2020 itu terjadi erupsi lagi dan kita diungsikan lagi ke tempat yang sama di Lewoleba. Ketika itu kita berharap tidak dipulangkan ke kampung ini lagi. Tetapi pada titik terakhir kita dipulangkan kembali di tanggal 3 Januari 2021 sampai akhirnya kembali terjadi bencana seperti ini lagi,” keluhnya. (suaracom).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.