Terkini.id, Jakarta – Liputan Majalah Tempo yang terbit edisi Senin 31 Agustus 2020 menyeutkan Istana diduga menggunakan jasa buzzer atau pendengung hingga influencer untuk menggaungkan sejumlah isu di tengah masyarakat.
Nama kakak sepupu Presiden Joko Widodo, Andi Wibowo, disebut-sebut memimpin salah satu tim media sosial.
Disebutkan, Andi salah satunya merekrut Pepih Nugraha, seorang pegiat media sosial pada 2019 lalu. Di sana, Pepih mengaku mendapat bayaran menjadi tim media sosial Jokowi.
Artikel yang dia tulis disebarkan di berbagai platform, dengan banyak akun, baik yang anonim maupun akun dengan identitas jelas.
Pepih mengungkapkan, penulis yang ia himpun dan menggunakan akun anonim inilah yang berfungsi menjadi buzzer. Pepih sendiri juga mendengungkan ulang tulisannya di media sosialnya sendiri.
- Bupati Jeneponto Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka 2026, Titip Pesan Kebangsaan
- Aktif dalam Pencarian Pesawat Jatuh, Daengtisia Rescue Terima Penghargaan dari BASARNAS
- Honda Parade Merdeka 2026 Semarakkan Kemerdekaan dengan Fashion Show Kids dan Lomba 17-an
- Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkab Jeneponto Gelar Gerak Jalan Indah, Peserta Sangat Antusias
- Puluhan Orang Tua dan Wali Murid SMKN 3 Gowa Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel
Pepih menilai kampanye di media sosial bisa dilakukan secara abu-abu dan impresi dari warganet pun terhitung jelas. “Ini bisnis pencitraan,” ujar Pepih dikutip dari Majalah TEMPO via tempo.co.
Menurut Pepih, anggota tim yang ia ikuti tersebut selalu mendengungkan pernyataan Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin melalui akun media sosial masing-masing. Beberapa melengkapinya dengan bahan video, foto, hingga materi tambahan.
Dari info yang dihimpun, setelah Pemilihan Presiden 2019 usai, Andi disebut-sebut masih menjadi penghubung antara Jokowi dan tim media sosial. Andi disebut-sebut berkantor di Kantor Tim Narasi dan Komunikasi Digital Presiden di Lantai 2 Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.
Isu yang digaungkan pun semakin meluas. Mulai terkait dengan pergantian pimpinan Komisi Pemilihan Korupsi (KPK) yang lalu, revisi Undang-Undang KPK, hingga isu perombakan kabinet.
Saat dikonfirmasi, Andi Wibowo sendiri tak mau menjelaskan peran dia dalam mengelola media sosial Jokowi. “Waduh, jangan tanya saya,” kata Andi saat dihubungi Tempo via telepon. Andi pun enggan menanggapi pertanyaan lain yang diajukan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
