Menag Laporkan Duit Gratifikasi Rp10 Juta Sepekan Usai OTT, Ini Penjelasan KPK

Terkini.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan Menteri Agama Lukman Saifuddin sudah pernah melaporkan dugaan penerimaan gratifikasi sebesar Rp 10 juta.

Akan tetapi, Menag Lukman baru mengembalikan uang itu sekitar seminggu setelah operasi tangkap tangan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dkk.

Uang tersebut diketahui berasal dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Untuk diketahui, Haris juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, bersama Romahurmuziy.

Uang diduga menjadi bagian dari uang yang diserahkan Haris Hasanuddin untuk memuluskan langkah Haris mendapat jabatan Kakanwil.

Uang tersebut diberikan kepada Menteri Lukman pada 9 Maret 2019 di sebuah pesantren di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Hanya saja, diketahui rupanya Menteri Lukman baru mengembalikan uang itu seminggu setelah operasi tangkap tangan (OTT).

“Sekitar satu minggu setelah operasi tangkap tangan dilakukan, Menteri Agama melaporkan gratifikasi sejumlah Rp10 juta, seperti yang kemarin di persidangan praperadilan,” terang Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu 8 Mei 2019 seperti dilansir dari tempo.

Febri mengungkapkan, pelaporan gratifikasi harus didasarkan pada kesadaran diri dari pejabat negara, bukan disebabkan adanya proses penegakan hukum.

“Oleh karena itulah sesuai dengan peraturan internal di KPK juga maka pelaporan gratifikasi ini belum kami tindaklanjuti dengan penerbitan SK Kepemilikan atau status gratifikasi,” kata Febri.

Menurut Febri berdasarkan aturan pelaporan gratifkasi, seorang penyelenggara negara wajib melapor gratifikasi 30 hari kerja dari waktu penerimaan.

Maka itu, KPK intinya akan menindaklanjuti apakah uang yang dikembalikan Menag dapat dikategorikan sebagai gratifikasi atau tidak.

“Belum penerbitan SK kepemilikan atau status gratifikasi. Karena dikoordinasikan kepada penyidik dahulu dan akan menunggu proses hukum yang sedang berjalan saat ini,” kata Febri.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selesai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Ia mengaku ditanya banyak hal, salah satunya soal dugaan penerimaan uang Rp10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Haris Hasanudin yang kini jadi tersangka.

Lukman membenarkan adanya pemberian uang tersebut. Namun, ia mengklaim langsung melaporkan penerimaan itu kepada KPK sebagai bentuk gratifikasi.

“Jadi saya tunjukkan tanda bukti laporan yang saya lakukan bahwa uang itu saya serahkan kepada KPK karena saya merasa tidak berhak untuk menerima uang itu,” kata Lukman di lobi Gedung KPK, kemarin.

Berita Terkait
Komentar
Terkini