Menristek Bantah Klaim IDI Soal Vaksin COVID-19 Bisa Bertahan Sampai Dua Tahun

Terkini.id, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro membantah klaim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebut vaksin COVID-19 bisa membuat imunitas tubuh bertahan selama enam bulan sampai dua tahun.

Bambang menegaskan, belum ada bukti secara saintifik bahwa vaksin COVID-19 bisa menciptakan kekebalan selama 6 bulan hingga 2 tahun.

“Belum bisa dipastikan karena vaksinnya belum jadi,” ujar Bambang, Kamis 10 September 2020 seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Mulai Hari Ini! Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi...

“Indikasi awal, vaksinasi lebih dari sekali di awal dan kemungkinannya daya tahan tubuh yang muncul tidak seumur hidup. Persisnya berapa lama belum pasti, bisa satu tahun bisa lebih,” jelasnya.

Menurutnya, umur imunitas tubuh dari vaksin Covid-19 itu baru ketahuan setelah uji klinis fase III usai.

Baca Juga: Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Covid-19, Anggota TNI...

Nantinya, kata Bambang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga akan ikut memantau berapa lama imunitas bisa bertahan.

“Tentu saja harus. Setelah uji klinis tahap III, BPOM akan memantau dampak vaksin jangka panjang sehingga bisa diidentifikasi berapa lama imun bisa bertahan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto.

Baca Juga: Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Covid-19, Anggota TNI...

Wien mengatakan bahwa seharusnya tak boleh ada klaim umur kekebalan dari vaksin ketika belum ada bukti saintifik.

“Tanpa ada bukti hasil uji klinis tahap III dan monitoring pasca vaksinasi, kita tidak bisa memberikan pernyataan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengklaim bahwa vaksin COVID-19 memiliki waktu enam bulan hingga dua tahun untuk melindungi tubuh dari virus.

Oleh karenanya, pihaknya menganjurkan pemerintah untuk melakukan vaksinasi corona secara serempak untuk masyarakat Indonesia.

Bagikan