Nangis dan Ekspresif saat Baca Puisi ‘Menangkan Kami’, Neno: Saya Kan Seniman

Terkini.id, Makassar – Neno Warisman akhirnya angkat bicara soal puisinya saat Munajat 212 yang viral di media sosial.

Seperti diketahui, saat membacakan puisi itu, Neno disorot karena isi puisinya dianggap tak tepat lantaran membawa nama Tuhan ke ranah politik praktis.

Saat menghadiri acara ‘Pentas Seni Budaya dan Kulinari’ relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 2 Maret 2019 lalu, Neno menerangkan perihal puisi tersebut.

Baca Juga: Ingin Fokus ke Anak, Neno Warisman Mengundurkan Diri dari Partai...

“Jadi begini, saya memang kelihatannya saja ini, kalau bersuara orang teater. Saya kan seniman, saya pernah jadi… saya aktris terbaik teater, waktu SMA bolak-balik jadi aktris terbaik. Sampai jadi bintang film juga aktris terbaik. Jadi saya dikaruniai suara memang bisa ekspresikan,” kata Neno seperti dilansir dari detikcom.

Menurut dia, ekspresi dan tangisannya saat membacakan puisi itu memang menjadi karakter dan sifat dari dirinya.

Baca Juga: Dulu Dukung Anies, Neno Warisman Mendadak Kritik? Jejak Digital pun...

“Coba bacakan saja Al-Fatihah, saya sudah menangis, baca doa apa pun saja saya menangis, jadi saya nangis saja,” imbuh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut.

Puisi Neno Warisman yang mengandung doa dalam Munajat 212 sebelumnya menjadi kontroversi lantaran dianggap berisi ancaman.
Neno mengatakan dalam puisi yang dibaca di Munajat 212 ada doa yang sering dibacanya. Dan dia hanya membawakan diri berdoa sebagaimana biasanya.

“Nah doa itu selalu dari dulu memang saya suka, memang saya sering baca. Itu karena doa tersebut dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” katanya.

Baca Juga: Dulu Dukung Anies, Neno Warisman Mendadak Kritik? Jejak Digital pun...

Puisi Neno awalnya ramai di media sosial karena dianggap ‘mengancam Tuhan’. Puisi tersebut juga dikritik karena mengandaikan pilpres seperti Perang Badar.

Bagikan