Terkini.id, Jakarta – Masa pandemi semua lapisan masyarakat tidak terkecuali terdampak Covid-19, berbagai dampak yang dialami, seperti pada pekerjaanya, usahanya dan kehidupannya harus berubah dan beradaptasi dengan situasi yang baru. Tak terkecuali dengan para penyandang disabilitas, hidup mereka juga sangat terdampak oleh Covid-19.
Hal itu dirasakan oleh Ahmad, penyandang disabilitas asal Banyuwangi Jawa Timur yang berprofesi sebagai fotografer difabel. Bahkan omset Ahmad turun sangat draktis. Dari 100 persen turun menjadi 10 persen.
Apa yang dirasakan Ahmad di ungkapkan dalam dialog produktif dialog produktif yang dilaksanakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa 8 Desember 2020, dengan tema Disabilitas Berjuang Hadapi Pandemi.
“Di tengah Pandemi Covid-19, tidak hanya saya, tapi teman-teman yang lainnya pun juga mungkin sekarang ini lagi di masa-masa sulit berjuang menjalani kehidupan di tengah Pandemi Covid-19, yang paling terpenting adalah bagaimana kemudian kita membangun motivasi diri, meskipun kita dalam keadaan terjatuh tapi kita berusaha bangun dengan tenang untuk bagaimana caranya bertahan hidup,” tutur Ahmad.
Menurutnya, sebagai fotografer, omzet Ahmad turun dari 100 persen menjadi 10 persen.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
“Turunnya sangat drastis, tidak berangsur tapi langsung anjlok menjadi 10 persen,” ungkapnya.
Ahmad pun mengungkapkan kesulitan yang dihadapi ditengah Pandemi Covid-19, dimana dirinya terbiasa berkalaborasi, namun dipisahkan oleh Covid-19.
“Kesulitan yang kami alami adalah karena saya yang terbiasa untuk kerja bersama orang-orang, kita kerjanya itu bersama orang lain, tapi harus berpisah karena pembatasan di tengah Pandemi Covid-19, kita dibatasi untuk berkolaborasi dengan yang lain,” pungkasnya.
Bukan hanya itu, mimpi Ahmad untuk menggapai impiannya untuk menggelar pamaran tunggal di Brazil pun dipupuskan oleh mewabahnya Covid-19 secara global.
“Pada Mei lalu kita mau mengadakan pameran tunggal di Brazil, namun ketika pandemi covid-19 datang semuanya itu tinggal mimpi,” imbuhnya.
Ditanya terkait apa yang diharapkan terhadap pemerintah dengan hadirnya vaksin, Ahmad menuturkan, harapan difabel bukan hanya dari sekedar kepedulian kesehatan, bukan hanya sekedar dari vaksin, namun butuh perhatian pengembangan usaha kecil menengah.
“Kami berharap ada upaya pemerintah untuk membuat mungkin UMKM untuk teman-teman difabel di beberapa daerah dan untuk difabel yang berada di pelosok-pelosok daerah,” tutup Ahmad.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
