Para Ilmuwan Temukan Bagian Baru Dari Tubuh Manusia, Sampai Bedah 12 Kepala Mayat!

Terkini.id, Jakarta – Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bagian tubuh manusia yang belum pernah dijelaskan sebelumnya, yaitu lapisan otot paling dalam pada otot masseter yang berfungsi mengangkat rahang bawah sekaligus alat penting untuk mengunyah, seperti yang dilansir dari Live Science.

Sejumlah buku anatomi modern mendeskripsikan bahwa otot masseter memiliki dua lapisan, satu dalam dan satu dangkal.

“Namun beberapa teks sejarah menyebutkan kemungkinan adanya lapisan ketiga juga, tetapi yang ini sangat tidak konsisten dengan posisinya,” jelas penulis dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Kamis, 2 Desember 2021 di edisi daring jurnal tersebut.

Untuk memeriksa apakah otot rahang manusia yang menonjol memiliki lapisan super dalam yang tersembunyi, tim ilmuwan membedah 12 kepala mayat manusia yang telah diawetkan dalam formaldehida.

Formaldehida adalah cairan kimia yang mengandung formalin dan bahan-bahan lain yang biasa digunakan untuk mengeringkan permukaan kulit sebelum atau pasca operasi.

Menurut laporan tersebut, mereka juga mengambil CT scan dari 16 mayat “segar” dan meninjau scan MRI dari subjek yang hidup. Hasil pemeriksaan tersebut menemukan lapisan ketiga otot masseter yang berbeda secara anatomis.

“Bagian dalam dari otot masseter ini jelas dapat dibedakan dari dua lapisan lainnya dalam hal jalur dan fungsi,” papar Szilvia Mezey, seorang dosen senior di Departemen Biomedis University of Basel di Swiss.

Faktanya, lapisan otot yang baru ditemukan ini merupakan satu-satunya bagian dari otot masseter yang dapat menarik tulang rahang ke  belakang, tambah Mezey.

Tim ilmuwan pun mengusulkan dalam makalah mereka agar lapisan otot yang baru ditemukan tersebut diberi nama “Musculus Masseter Pars Coronidea,” yang berarti bagian koronoid dari masseter.

Berdasarkan susunan serat otot, lapisan otot kemungkinan membantu menstabilkan rahang bawah dengan “menangkat dan menarik kembali” proses koronoid tersebut.

“Meskipun secara umum diasumsikan bahwa penelitian anatomi dalam 100 tahun terakhir tidak melewatkan temuan apapun, temuan kami sedikit mirip dengan ahlizoologi yang menemukan spesies vertebrata baru,” ungkap dr. Jens Christoph Turp, profesor sekaligus dokter di Fakultas Kedokteran University of Basel.

Dengan mengetahui adanya lapisan otot ini, tim ilmuwan berharap dapat membantu para dokter untuk melakukan operasi dengan lebih baik di daerah rahang tersebut serta mengobati kondisi yang melibatkan sendi yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak.

Bagikan