Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengungkapkan kekhawatirannya karena adanya kemungkinan partai mereka terancam tidak bisa ikut dalam pesta Pilkada dan Pemilu 2024.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut muncul setelah isu adanya kudeta Partai Demokrat yang dibeberkan ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Riefky mengatakan, isu kudeta itu berpotensi memecah belah pandangan para kader Demokrat, bahkan memiliki risiko terjadi dualisme internal partai.
Jika risiko itu benar-benar terjadi, kata Riefky, maka partai Demokrat bakal dianggap tidak sah oleh negara.
“Selanjutnya setelah dianggap ilegal alias tidak sah, maka Demokrat dipastikan tak bakal bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan Pilkada mendatang,” jelas Riefky.
- Serap Aspirasi Warga Bontoa, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Terima Beragam Usulan
- Premanisme Berkedok 'Petani Lada' di Hutan Lindung Loeha Raya, Petugas Kemenhut Diusir Saat Bertugas
- Lantik BPC Perhumas Makassar, Gloria Oyong Tekankan Komunikasi Proaktif dan Empati Krisis
- Gawat, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terseret Tiga Kasus yang Berproses di Kepolisian
- Gelar Reses, Ketua Komisi II DPRD Jeneponto Imam Taufiq, Serap Aspirasi Warga Kecamatan Turatea
“Jika skenario buruk itu terjadi, Partai Demokrat tentu tak lagi bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan Pilkada mendatang,” tambahnya.
Mengutip Hops.id, Sabtu 6 Februari 2021, Refky juga menyampaikan kalau saja Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) berhasil, maka Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko akan dinobatkan sebagai ketua umum baru, menggantikan AHY.
Hal itu, menurut Riefky, tentunya akan membuat para kader yang memang tulus bekerja untuk citra Partai Demokrat terpuruk dan bersedih.
Meski demikian, sejatinya apabila Kongres Luar Biasa (KLB) tetap digelar maka akan melanggar AD/ART partai.
“Tidak mendapatkan persetujuan Majelis Tinggi Partai, dihadiri oleh mereka yang bukan pemegang suara yang sah, namun kemudian hasilnya dianggap sah dan segera disahkan oleh Kemenkumham, atau diresmikan oleh negara, tamatlah riwayat Partai Demokrat yang asli,” terangnya.
Sebelum ada isu kudeta, kata Riefky, partai Demokrat yang dipimpin oleh AHY sedang berjalan sebagaimana mestinya, bahkan disebut dalam kondisi baik-baik saja tanpa konflik.
“Sebenarnya pihak Demokrat ingin berkembang secara baik-baik di negeri ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Riefky.
“Demokrat yang asli, yang ingin hidup dan berjuang secara baik-baik di negeri ini, sesuai dengan Konstitusi, Hak Politik, Tatanan Demokrasi dan Sistem yang berlaku,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
