Pasangan Ini Gagal Nikah Gara-gara Mempelai Pria Tak Hafal Doa Mandi Wajib

Terkini.id, Blitar -Pengadilan Agama Kota Blitar membuat peraturan bagi yang mau menikah harus paham mandi wajib, sontak peraturan ini membuat calon pengantin kelabakan.

Setiap calon pengantin diharuskan bisa menghafal doa niat dan tata cara mandi wajib. Jika tidak hapal, jangan harap mereka bisa menikah meski persyaratan administrasinya beres.

Sebab, hakim tak akan mengabulkan permohonan mereka atau istilahnya dispensasi kawin (DK). Tanpa punya DK yang dikeluarkan PA, KUA tak akan berani menikahkannya karena usia mereka masih belum cukup atau di bawah umur.

Seperti pengalaman yang dialami sepasang calon pengantin muda ini, Silvi dan Harun (keduanya merupakan nama samaran).

Silvi yang masih berusia 15 tahun dengan lancar mengucapkan doa mandi besar, namun calon suaminya Harun (15) hanya tersenyum dan tidak bisa menghafalkan bacaan doa itu.

Terpaksa pernikahan mereka harus ditunda lantaran Harun tidak mampu menghafalkan doa mandi besar di hadapan hakim persidangan Dispensasi Kawin (DK) di Pengadilan Agama (PA) Blitar pada Selasa 11 Agustus 2016, lalu.

KUA tak berani menikahkan pasangan ini karena keduanya masih di bawah umur. Dalam aturannya, usia minimal pria harus 20 tahun, sedangkan wanita 18 tahun.

Hakim yang juga Wakil Ketua PA Blitar, Muhammad Zainuddin, mengatakan, tujuan calon pasangan muda harus hafal doa mandi besar supaya paham bahwa suami istri yang habis berhubungan badan itu harus mandi besar untuk menghilangkan hadasnya.

“Jika tak mandi besar, mereka akan berdosa,” kata Zainuddin, dikutip dari Detik.

“Buktinya, banyak pengantin yang tak hafal doa mandi besar. Karena itu, kami mengharuskannya agar mereka hafal, supaya paham,” sambungnya.

Mempelai perempuan sudah hamil besar

Kantor KUA Kota Blitar. (foto: Kementerian Agama)

Zainuddin menambahkan, pasangan muda perlu diberi pemahaman soal aturan-aturan dasar. Tak hanya doa mandi besar, tapi juga doa-doa pendek atau doa harian seperti doa wudu, salat, dan lain-lain.

“Kami anggap persyaratan ini tak berat. Sebab, hanya menghafal doa mandi besar. Namun, ini sangat penting sebagai salah satu dikabulkannya permohonan DK mereka. Kalau tak hafal ya kami tunda,” tegasnya.

“Bahkan, ada yang sampai kami tunda tiga kali sidangnya karena salah satu pasangan pengantin muda itu belum hafal,” ungkapnya.

Saat ditanya kenapa mereka yang belum cukup umur bisa mengajukan pernikahan? Zainuddin menjelaskan calon pengantin perempuannya sudah hamil duluan. Kalau tak dikabulkan, dinilai akan menambah dosa.

“Jangan sampai kita terkesan melakukan pembiaran. Kalau tak dikabulkan, kasihan pada si perempuannya, usia kehamilannya kian membesar,” terangnya.

Bagikan